Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bencana di Bali

Dihantam Gelombang Tinggi, Perahu Nelayan Terbalik di Jembrana

Insiden kecelakaan laut terjadi di perairan selatan Jembrana, Sabtu 15 Pebruari 2025 kemarin. Satu perahu nelayan dilaporkan terbalik

Tayang:
Istimewa
PELABUHAN - Suasana di Pelabuhan Perikanan Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, belum lama ini. Seorang nelayan dilaporkan alami insiden perahu terbalik di perairan selatan Jembrana, Sabtu 15 Pebruari 2025 kemarin. 

Dihantam Gelombang Tinggi, Perahu Nelayan Terbalik di Jembrana

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Insiden kecelakaan laut terjadi di perairan selatan Jembrana, Sabtu 15 Pebruari 2025 kemarin.

Satu perahu nelayan dilaporkan terbalik dampak dari cuaca buruk angin kencang.

Beruntung, nelayan tersebut berhasil diselamatkan berikut dengan perahunya. 

Baca juga: Perairan Bali Dipenuhi Puluhan Kapal Perang Asing dan KRI, Nelayan Tak Perlu Khawatir Melaut

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa perahu terbalik tersebut menimpa seorang nelayan asal Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, kemarin malam saat mencari ikan.

Awalnya ia berangkat pada sore hari saat cuaca cerah, namun ketika malam, cuaca buruk terjadi.

Gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi menghantam perahu berbahan fiber dengan mesin tempel milik nelayan yang diketahui bernama Sahidin.

Baca juga: Terdampak Cuaca Buruk, Penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk Ditunda

Lokasinya disebutkan terjadi di perairan selatan Jembrana wilayah Pengambengan, Kecamatan Negara.

Beruntung, tak lama dari kejadian tersebut nelayan serta perahunya bisa diselamatkan oleh nelayan lainnya.

Sahidin serta perahu kemudian ditarik ke pelabuhan perikanan di Pengambengan.

Korban lantas dievakuasi dan sudah pulang ke rumahnya.

Baca juga: DAMPAK Cuaca Buruk, Diduga Sebabkan Lumba-lumba Mati di Karangasem Bali

"Nggih (nelayan) warga kami mengalami musibah kemarin," kata Perbekel Banyubiru, I Komang Yuhartono saat dikonfirmasi, Minggu 16 Pebruari 2025. 

Dia melanjutkan, warga yang diketahui bernama Sahidin tersebut merupakan nelayan yang tinggal di RT 5 wilayah Pebuahan.

Baca juga: Catatkan 4 Korban Jiwa dan 7 Orang Luka, Cuaca Buruk 4 di Karangasem Sebabkan 151 Kejadian Bencana

Yang bersangkutan berhasil diselamatkan oleh nelayan lainnya kemarin dan saat ini sudah di rumahnya.

"Astungkara kemarin ada nelayan yang bantu. Korban selamat dan perahunya sudah dievakuasi tapi masih di Pengambengan," ungkapnya. 

Ia mengimbau agar seluruh masyarakat terutama warga yang berprofesi sebagai nelayan untuk tetap memperhatikan situasi dan kondisi saat ini.

Baca juga: Cuaca Buruk di Karangasem Sebabkan 151 Kejadian Bencana, Korban Jiwa 4 Orang

Sebab, belakangan ini cuaca ekstrem atau cuaca tak menentu kerap terjadi dan berpotensi untuk menimbulkan hal yang tak diinginkan. 

"Kami imbau untuk selalu memantau situasi dan kondisi di lapangan dan ikuti anjuran pemerintah. Jika cuaca buruk diimbau untuk tidak melaut dulu guna meminimalisir hal yang tak diinginkan terjadi," imbaunya. (*)

 

Berita lainnya di Cuaca Ekstrem di Bali

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved