Rabies di Bali
Pria Asal Buleleng Bali Meninggal Dunia Akibat Rabies, Bekas Gigitan Anjing Hanya Dibasuh
Kasus rabies di Kabupaten Buleleng kembali memakan korban jiwa. Kali ini yang menjadi korban merupakan warga asal Banjar Tamblingan
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri

Pria Asal Buleleng Meninggal Dunia Akibat Rabies, Bekas Gigitan Anjing Hanya Dibasuh
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kasus rabies di Kabupaten Buleleng kembali memakan korban jiwa.
Kali ini yang menjadi korban merupakan warga asal Banjar Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali.
Warga tersebut diketahui bernama I Kadek Sugiartama. Ia dikabarkan meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Buleleng.
Baca juga: Kerja Keras Distanak Gianyar Tuntaskan Vaksin PMK Dan Rabies Di Tengah Keterbatasan Personil
Kabar mengenai kematian warga akibat kasus rabies ini dibenarkan oleh Direktur RSUD Buleleng, Putu Arya Nugraha, saat dikonfirmasi Senin (24/2/2024).
Dikatakan jika pasien diterima di RSUD Buleleng pada hari Sabtu (22/2/2025) sekitar pukul 18.00 sore.
"Pasien diterima dalam kondisi kritis. Pasien saat itu sudah gelisah, demam tinggi, takut air, takut cahaya dan juga takut angin," ujarnya didampingi Kasubbag Humas RSUD Buleleng, I Ketut Budiantara.
Baca juga: Vaksin Rabies di Denpasar Bali Telah Dimulai, Sudah Menyasar 2.266 Anjing
Selama kurang lebih dua jam tim dokter melakukan observasi, sebelum Sugiartama dipindah ke ruang rawat intensif.
Kendati demikian, selama perawatan di ruang intensif itu kondisi Sugiartama semakin memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
"Pasien dinyatakan meninggal dunia akibat suspek rabies pada Senin, 24 Februari 2025 sekitar pukul 02.00 dini hari," sebutnya.
Lebih lanjut disampaikan, dari keterangan pihak keluarga, pria 35 tahun itu sempat digigit anjing liar di kawasan pasar Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng.
Baca juga: Jembrana Catat 4 Kasus Positif Rabies di Januari 2025, Populasi HPR Bertambah, Vaksinasi Digencarkan
Kejadiannya itu, kurang lebih enam bulan lalu.
"Yang bersangkutan sempat digigit anjing liar enam bulan lalu pada bagian kaki. Setelah digigit, selanjutnya almarhum langsung membasuhnya dengan air sabun. Namun sayangnya, tidak langsung berobat nyari VAR," jelasnya.
Terpisah, Perbekel Desa Munduk, I Nengah Sudira, mengaku cukup terkejut mendengar warganya I Kadek Sugiartama meninggal akibat suspek rabies.
Pasalnya, selama ini pihaknya tidak pernah mendengar adanya laporan terkait kejadian gigitan anjing.
Baca juga: Diduga Suspek Rabies, Warga Kupang Tewas, Tak Tertolong Setelah Jalani Perawatan di RSD Mangusada!
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.