Berita Bali

Tanpa Larang Jual Air Minum Kemasan di Bawah 1L, Pura Agung Besakih Bisa Bersih dari Sampah Plastik

Menurutnya, ada beberapa langkah yang dilakukan untuk menjadikan lingkungan sekitar Pura Besakih ini menjadi bersih dari sampah.

ISTIMEWA
Pura Agung Besakih yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali, kini terlihat bersih dari sampah, baik sampah-sampah organik maupun anorganik seperti sampah plastik sekali pakai. 

TRIBUN-BALI.COM - Pura Agung Besakih yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali, kini terlihat bersih dari sampah, baik sampah-sampah organik maupun anorganik seperti sampah plastik sekali pakai.

Untuk menjadi kawasan bersih dari sampah ini pun, tidak perlu dilakukan dengan harus melarang para pedagang UMKM yang ada di sana untuk berjualan air minum kemasan di bawah satu liter.

Kepala Badan Pengelola Fasilitas Suci Pura Agung Besakih, I Gusti Lanang Miliarta, mengatakan gerakan bersih sampah di kawasan pura ini sudah dilakukan sejak dua tahun lalu.

Menurutnya, ada beberapa langkah yang dilakukan untuk menjadikan lingkungan sekitar Pura Besakih ini menjadi bersih dari sampah.

Pertama adalah melakukan edukasi kepada para pengunjung, yang akan sembahyang ke Besakih untuk tidak membuang sampah-sampah plastik mereka dengan sembarangan.

“Itu yang pertama, yaitu mengedukasi pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan di lingkungan kawasan pura,” ujarnya.

Baca juga: JEJAK Sang Maestro Legong & Kebyar Peliatan, Anak Agung Oka Dalem Kisahkan Perjuangan Sang Ayahanda

Baca juga: Korban Terseret Arus di Pantai Kedonganan Ditemukan, Nelayan Temukan Deden Terapung 

SEMBAHYANG -  Suasana Upacara Sakral Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih yang dilakukan Mitra Grab bersama masyarakat Bali (1/5/2025).
SEMBAHYANG - Suasana Upacara Sakral Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih yang dilakukan Mitra Grab bersama masyarakat Bali (1/5/2025). (ISTIMEWA)

Langkah kedua yang dilakukan menurut Lanang adalah menempatkan petugas di lapangan yang akan merazia sampah plastik.

“Jadi sebelum masuk pura, para pengunjung dicegat dulu oleh para petugas untuk diperiksa dan melarang mereka membawa kantong plastik dan air minum kemasan plastik ke pura. Ini dilakukan untuk menghindari sampah-sampah plastik berserakan di area pura,” katanya.

Kemudian, selanjutnya, langkah ketiga yang dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan pura dari sampah-sampah plastik adalah dengan membentuk tim kebersihan, pengangkutan, dan pemilahan. “Selain itu, kita juga ada tempat pemrosesan untuk sampah-sampah organik meskipun belum besar,” tuturnya.

Menurutnya, pihak pengelola kawasan Pura Agung Besakih juga melibatkan komunitas untuk menjaga kebersihan pura dari sampah plastik.

“Di sini kan ada 14 desa adat, yang anak-anak mudanya kita galang untuk bersih-bersih di sekitar pura. Kita juga menggerakkan siswa-siswi SD, SMP, SMA untuk ikut bersih-bersih, sekaligus untuk mengedukasi juga mereka, menyadarkan mereka pentingnya arti kebersihan lingkungan dari sampah. Jadi, ini rutin dilakukan dan kita punya grup,” tukasnya.

Dengan melakukan semua itu, dia mengatakan bisa membuktikan bahwa Pura Agung Bekasih bisa bersih dari persampahan, khususnya dari sampah-sampah plastik sekali pakai.

“Saat pemilahan sampah, sampah plastik yang punya nilai jual seperti botol dan gelas plastik air minum dikumpulkan di TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle) dan bukan ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir),” ungkapnya.

Termasuk canang yang digunakan para pengunjung untuk sembahyang, menurut Lanang, itu juga wajib dibawa pulang setelah selesai melakukan sembahyang.

“Jadi dengan melakukan edukasi, komunikasi, koordinasi, keterlibatan pihak-pihak lain, monitoring, kontrol, kita bisa mengendalikan sampah plastik berserakan ke lingkungan,” katanya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved