Operasi Patuh Agung 2025

Polres Jembrana Kerahkan 94 Personel Dalam Operasi Patuh Agung 2025, Ini 9 Prioritasnya 

Sebanyak 94 personel dikerahkan untuk melaksanakan Operasi Patuh Agung 2025 terhitung mulai Senin 14 Juli hingga Minggu 27 Juli 2025 mendatang.

dok istimewa
GELAR APEL - Pelaksanaan apel gelar pasukan Operasi Patuh Agung 2025 yang akan berlangsung selama 14 hari kedepan di Halaman Depan Mapolres Jembrana, Senin (14/7/2025). Polres Jembrana Kerahkan 94 Personel Dalam Operasi Patuh Agung 2025, Ini 9 Prioritasnya 

Polres Jembrana Kerahkan 94 Personel Dalam Operasi Patuh Agung 2025, Ini 9 Prioritasnya 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sebanyak 94 personel dikerahkan untuk melaksanakan Operasi Patuh Agung 2025 terhitung mulai Senin 14 Juli hingga Minggu 27 Juli 2025 mendatang.

Sedikitnya ada 9 sasaran prioritas pelanggaran yang jadi target selama 14 hari ke depan.

Salah satunya adalah pengendara kendaraan bermotor yang masih di bawah umur hingga pengendara dalam pengaruh alkohol atau minuman keras.

Baca juga: Polda Bali Gelar Apel Operasi Patuh Agung 2025, Kapolda Beri Peringatan Pengendara Pakai HP

Menurut informasi dan data yang berhasil diperoleh, operasi Patuh Agung ini dilaksanakan sebagai upaya menekan angka pelanggaran dan juga kecelakaan lalulintas.

Sebab, pada tahun 2024 lalu tercatat terjadi 488 kecelakaan lalu lintas, dengan korban meninggal dunia sebanyak 72 orang. Tak hanya itu, pelanggaran lalu lintas tercatat mencapai 14.298 kasus.

Sementara itu, ada 9 target operasi kali ini mulai dari pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara, pengemudi yang masih di bawah umur, kendaraan yang berboncengan lebih dari satu, pengendara yang tidak menggunakan helm SNI. 

Kemudian, pengendara yang tidak menggunakan sabuk keselamatan, pengendara dibawah pengaruh alkohol, pengendara yang melawan arus, pengendara yang melebihi batas kecepatan dan kendaraan bermotor yang tidak menggunakan plat depan atau belakang atau bahkan plat palsu.

"Saat ini, kita menghadapi berbagai tantangan mulai dari pelanggaran, kemacetan, hingga kecelakaan yang terus meningkat. Operasi Patuh Agung merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas masyarakat luas," ungkap Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati saat memberikan amanat pada apel gelar pasukan di halaman kantor setempat, Senin (14/7/2025). 

Perwira melati dua di pundak ini juga menyebutkan, sepanjang tahun 2024 di Jembrana, terjadi 488 kecelakaan lalu lintas, dengan korban meninggal dunia sebanyak 72 orang.

Tak hanya itu, pelanggaran lalu lintas tercatat mencapai 14.298 kasus. 

"Mayoritas penyebab kecelakaan didominasi oleh faktor manusia akibat ketidakpatuhan terhadap aturan berlalu lintas," tegasnya.

Baca juga: Operasi Patuh Agung Dimulai, Kapolres Bangli Bali Tekankan Sinergi untuk Keselamatan Lalu Lintas

Menanggapi kondisi tersebut, Operasi Patuh Agung 2025 digelar selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli 2025.

Operasi ini mengusung tema “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas” dengan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis, serta didukung oleh tindakan penegakan hukum baik tilang manual maupun elektronik.

"Manajemen lalu lintas tak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan kerja sama semua pihak agar operasi ini berjalan maksimal," ujarnya.

Kapolres AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati juga menyampaikan tujuh poin penekanan kepada seluruh personel yang bertugas.

Di antaranya adalah pentingnya mengedepankan tindakan humanis, menghindari pungli dalam bentuk apa pun. "Serta menjaga kepercayaan masyarakat dengan tidak melakukan tindakan kontraproduktif," tandasnya. 

Sementara itu, Operasi Patuh Agung 2025 juga dilangsungkan di Kabupaten Buleleng. Selama dua pekan, para personel diminta fokus terhadap pelanggaran dan pencegahan kecelakaan lalulintas.

Kepada awak media, Kapolres AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi mengungkapkan pada operasi Patuh Agung kali ini, pihaknya menurunkan sebanyak 95 personel. Yang mana seluruhnya dibagi menjadi empat satgas.

Ia kemudian menjelaskan, tujuan operasi ini adalah untuk menurunkan angka pelanggaran lalu lintas. Tak hanya itu, pihaknya juga fokus terhadap pencegahan angka kecelakaan lalulintas di Buleleng

"Berdasarkan data kecelakaan lalulintas selama triwulan kedua 2025, terjadi peningkatan sebanyak delapan persen, dibandingkan dengan triwulan pertama," ucapnya.  (mpa/mer)

Baca juga: TERCECER! Orangtua Mesadu ke DPRD Jembrana & Buleleng, 38Ribu Calon Siswa SMA/SMK Lulus SPMB di Bali

Propam Temukan SIM Anggota Tak Aktif

Empat orang personel Polres Jembrana kedapatan melanggar ketentuan disiplin saat Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam), Senin (14/7).

Mereka kemudian diberikan pembinaan dan mencatat pelanggaran dalam buku register internal.

Sementara pelanggaran yang ditemukan adalah kelengkapan surat-surat kendaraan, sikap tampang yang tidak sesuai, serta masa berlaku SIM yang telah habis.

Kasi Propam Polres Jembrana, AKP I Nyoman Yasa yang memimpin kegiatan tersebut menjelaskan, Gaktibplin ini merupakan bagian dari upaya pembinaan internal demi memastikan pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2025 berjalan dengan profesional, tertib, dan menjadi contoh bagi masyarakat.

Satu per satu personel yang tergabung dalam Operasi Patuh Agung 2025 kemudian diperiksa. Mulai dari pengecekan kelengkapan diri, mulai dari gampol (seragam polisi), sikap tampang, surat nyata diri, kelengkapan kendaraan, hingga senjata api dinas dan potensi perilaku menyimpang.

"Jangan sampai ada pelanggaran sekecil apapun dari anggota. Tertibkan diri sebelum menertibkan masyarakat," tegasnya AKP Yasa. (mpa)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved