LSD di Bali
6 Desa dan Kelurahan Lockdown, 28 Ekor Sapi di Jembrana Bali Terjangkit Penyakit LSD, 4 Ekor Mati
seluruh ternak milik warga di wilayah tersebut untuk sementara tidak boleh keluar dan dilakukan pengawasan oleh petugas.
Sebanyak lima ekor sapi dilakukan pemotongan bersyarat di Rumah Potong Hewan (RPH) Jembrana di Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Bali, Rabu 14 Januari 2026.
Adalah ternak sapi warga yang terjangkit penyakit LSD. Sugiarta menjelaskan, lima ekor sapi yang dipotong bersyarat memutus rantai penyebaran.
Soal kompensasi, pemerintah memastikan peternak pemilik sapi tersebut tidak akan dibuat rugi.
“Saat ini ada lima ekor dulu (pemotongan bersyarat), nanti akan bertahap dengan tujuannya menuturkan rantai penyebaran (LSD). Karena total ada 28 ekor yang terjangkit,” jelas Sugiarta.
“Untuk ganti rugi, kita pastikan peternak diberikan semacam kompensasi sesuai dengan pasaran harga sapi saat ini,” imbuhnya.
Sugiarta mengimbau ke seluruh peternak agar segera melaporkan jika memiliki ternak yang menunjukkan gejala penyakit kulit bentol ini.
Segera melaporkan ke petugas Medikvet terdekat untuk segera mendapat edukasi bahkan hingga penanganan.
“Jika ada ternak menunjukkan gejala (LSD) segera lapor untuk mencegah penularan lebih luas. Peternak juga kami imbau untuk menjaga kebersihan kandang disertai penyemprotan insektisida dan desinfektan mencegah vektor seperti nyamuk dan lalat menularkan penyakit tersebut,” tandasnya.
Klungkung Waspada
Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Klungkung meminta para peternak sapi meningkatkan kewaspadaan menyusul ditemukannya kasus penyakit LSD di Bali.
Meski demikian, hingga saat ini Klungkung dipastikan masih bebas dari laporan kasus LSD pada ternak sapi.
Kepala Distan Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Juanida mengatakan, berdasarkan informasi dari Dinas Pertanian Provinsi Bali, penyakit LSD terdeteksi di Kabupaten Jembrana.
Kondisi tersebut menjadi peringatan dini bagi daerah lain, termasuk Klungkung, agar memperketat pengawasan lalu lintas ternak.
“Di Klungkung sampai saat ini belum ada laporan kasus LSD pada sapi. Mudah-mudahan tidak ada. Namun petani tetap kami minta waspada, terutama saat mendatangkan bibit sapi dari luar daerah,” ujar Juanida, Rabu 14 Januari 2026.
Juanida menjelaskan, LSD merupakan penyakit pada sapi yang disebabkan oleh virus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Sejumlah-sapi-yang-akan-dijual-di-Pasar-Hewan-Beringkit.jpg)