Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

LSD di Bali

6 Desa dan Kelurahan Lockdown, 28 Ekor Sapi di Jembrana Bali Terjangkit Penyakit LSD, 4 Ekor Mati

seluruh ternak milik warga di wilayah tersebut untuk sementara tidak boleh keluar dan dilakukan pengawasan oleh petugas.

Tayang:
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
PASAR BERINGKIT - Sejumlah sapi yang akan dijual di Pasar Hewan Beringkit, Kabupaten Badung, Rabu (14/1). 

Gejala yang paling mudah dikenali adalah munculnya bentol-bentol pada kulit sapi. 

Meski tingkat kesembuhan penyakit ini tergolong tinggi, LSD dapat menimbulkan dampak ekonomi karena menyebabkan cacat pada kulit ternak, sehingga menurunkan nilai jual sapi.

Juanida menambahkan, pencegahan LSD salah satunya dapat dilakukan melalui vaksinasi saat ternak dalam kondisi sehat. Namun saat ini, vaksin LSD belum tersedia di Bali

Oleh karena itu, upaya pencegahan difokuskan pada pengendalian penyebaran virus. 

“Penyebaran LSD terjadi melalui vektor, salah satunya lalat. Karena itu, peternak kami imbau rutin melakukan desinfeksi serta menjaga kebersihan kendang,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Distan Klungkung telah menurunkan tim ke sejumlah kelompok ternak untuk melakukan sosialisasi. 

Peternak diminta lebih selektif dalam membeli bibit sapi, terutama dari wilayah yang terindikasi terjangkit LSD, serta meminimalkan lalu lintas keluar masuk ternak.

“Kami sudah sampaikan kepada petani agar meningkatkan kewaspadaan. Informasi tentang penyakit ini sudah kami sosialisasikan agar risiko penularan bisa ditekan,” kata Juanida. (mpa/mit)

Badung Perketat Biosekuriti

Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau yang lebih dikenal dengan penyakit kulit berbenjol pada hewan khususnya sapi masih menjadi ancaman, terutama setelah ditemukan di Kabupaten Jembrana

Untuk mengantisipasi hal itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung, I Wayan Wijana, mengimbau para peternak sapi untuk meningkatkan kewaspadaan.

Semua peternak di Badung diminta untuk tetap melaksanalan disiplin vaksinasi, menjaga kebersihan kandang, serta menerapkan biosekuriti secara ketat. 

Wijana menegaskan, LSD merupakan penyakit hewan menular strategis yang belum memiliki pengobatan spesifik, sehingga pencegahan menjadi langkah utama dalam pengendalian penyakit tersebut.

“LSD belum ada obatnya. Karena itu pencegahan harus diperkuat, mulai dari vaksinasi, kebersihan kandang, hingga pengendalian lingkungan. Tapi hingga saat ini di Badung belum ditemukan kasus LSD ini,” ujar Wijana, Selasa 14 Januari 2026.

Pihaknya mengaku telah menginstruksikan seluruh jajaran teknis di lapangan untuk bersiaga menghadapi potensi penyebaran LSD

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved