Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

WNA Berulah di Bali

324 WNA di Bali Terlibat Pidana! Polda Bali Perketat Pengawasan Warga Asing

Pihak kepolisian melaksanakan langkah strategis ditandai dengan pengukuhan pengurus Bali Solidity Security Association (BSSA).

|
Tribun Bali/ISTIMEWA
BERULAH –WNA asal Belarusia Pisarenka Pavel diamankan polisi. Warga negara Belarusia itu diamankan karena terus berulah di kawasan Lovina, Kabupaten Buleleng, kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM Polda Bali memperkuat barisan pengamanan di sektor pariwisata dengan melibatkan asosiasi keamanan swasta guna memantau pergerakan Warga Negara Asing (WNA).

Data Polda Bali mencatat, sepanjang tahun 2025 terdapat sebanyak 324 WNA yang terlibat tindak pidana, sementara 240 WNA lainnya menjadi korban kejahatan. 

“Dengan hadirnya BSSA dan integrasi sistem Cakrawarsi, angka kriminalitas yang melibatkan WNA diharapkan dapat ditekan secara signifikan pada tahun 2026,” kata Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Bali, Kombes Pol Suwandi Prihantoro saat ditemui Tribun Bali di sela acara pengukuhan pengurus dan launching logo baru BSSA di hotel kawasan Renon, Denpasar, Rabu (28/1).

Pihak kepolisian melaksanakan langkah strategis ditandai dengan pengukuhan pengurus Bali Solidity Security Association (BSSA).

Organisasi ini menjadi mitra utama kepolisian dalam mengawasi potensi tindak pidana yang melibatkan warga negara asing, baik sebagai pelaku maupun korban.

Baca juga: KOSTER Buka Liga 4 Piala Gubernur Bali, Putra Tresna Puncaki Klasemen Usai Menang 1-7 Atas Bali FC

Baca juga: TARGET Realisasi Perda di Februari, Pemkab Buleleng Matangkan Restrukturisasi OPD

SOSOK - Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Bali, Kombes Pol Suwandi Prihantoro.
SOSOK - Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Bali, Kombes Pol Suwandi Prihantoro. (Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro)


Kombes Suwandi menegaskan keterlibatan security manager di hotel dan restoran sangat krusial. Mengingat Bali adalah etalase pariwisata Indonesia di mata dunia, kolaborasi ini diperkuat melalui penggunaan teknologi digital terbaru.

Salah satu strategi dalam kerja sama ini adalah penerapan aplikasi Cakrawarsi. Aplikasi yang digagas oleh Direktorat Intelijen Polda Bali ini menjadi “mata dan telinga” bagi kepolisian di lingkungan akomodasi wisata. 

“Melalui aplikasi Cakrawarsi, personel keamanan akan melaporkan keberadaan orang asing di tempat mereka bertugas. Jika ada orang asing bermasalah di satu tempat, maka pihak keamanan di tempat lain akan segera mengetahuinya karena sistem ini saling terkait,” kata dia. 

Hal senada dikatakan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali sekaligus tokoh pariwisata, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace, menyatakan keamanan adalah harga mati bagi keberlangsungan industri pariwisata. Menurutnya, security bukan lagi sekadar penjaga gerbang, melainkan garda terdepan manajemen risiko.

“Kita tidak akan bisa menanam kepercayaan wisatawan manakala keamanan terganggu. Garda depan kita adalah security. Namun, di Bali kita harus mengedepankan pendekatan yang humanis. Keamanan terjaga, namun privasi dan kenyamanan wisatawan tetap terlindungi,” kata Cok Ace.

Ia juga menekankan peran security saat ini harus berkembang menjawab tantangan era digital dan pariwisata massal. “Tanpa rasa aman, tidak akan ada kepercayaan. Dan tanpa kepercayaan, pariwisata tidak akan tumbuh berkelanjutan,” bebernya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua BSSA terpilih periode 2026-2031, Putu Ngurah Suadnyana, menjelaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya kini lebih inklusif. Bertransformasi dari Bali Hotel Security Manager Association (BHSMA) yang berdiri sejak 2007, kini BSSA membuka pintu bagi seluruh personel keamanan di sektor pariwisata, termasuk restoran dan usaha lainnya.

Terkait teknis pengawasan WNA, Suadnyana menjelaskan setiap anggota BSSA wajib menginput data identitas tamu asing saat check-in dan check-out.

“Kami melaporkan kunjungan orang asing, mulai dari identitas paspor hingga pergerakannya. Jika mereka pindah hotel, pergerakannya akan terus terpantau oleh aplikasi Cakrawarsi yang terintegrasi langsung ke Polda Bali. Ini akan memudahkan tracing jika ada tamu yang overstay atau terlibat masalah hukum,” jelas Suadnyana.

Meski saat ini beranggotakan 91 manajer keamanan, BSSA berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi anggotanya melalui sertifikasi. Suadnyana menganalogikan peran security modern layaknya “Avatar” yang harus memiliki banyak keahlian (multitasking), mulai dari penanganan kebakaran hingga keselamatan kerja (K3). 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved