RSUP Sanglah Peringati World Cancer Day dengan Senam, Talkshow dan Musik
RSUP Sanglah akan mengadakan Cancer Walk, Senam Kanker, Talkshow dan Musik yang diselenggarakan di Lapangan RSUP Sanglah, Jumat (7/2/2020) besok pagi.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - RSUP Sanglah akan mengadakan Cancer Walk, Senam Kanker, Talkshow dan Musik yang diselenggarakan di Lapangan RSUP Sanglah, Jumat (7/2/2020) besok pagi.
Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati Hari Kanker Sedunia atau World Cancer Day.
Bendahara panitia peringatan World Cancer Day, Dr.Desak Megawati mengatakan, acara ini akan dimulai pada pukul 06.00 Wita.
Adapun rangkaian dari acara ini adalah jalan santai mengintari areal rumah sakit, senam kanker, talkshow, dan musik.
• Bali Sedang Diterpa Kasus Babi Mati Mendadak, Kini Muncul Kasus Bangkai Babi di Penatih Denpasar
• Viral Anak Bernama Alhamdulillah Rejeki Hari Ini, Nyidam Nasi Jinggo,Terinspirasi Seniman Jogja
• Dewan Sebut Badung Defisit karena Hibah Terlalu Jorjoran
“Nantinya tidak hanya diikuti pegawai RSUP Sanglah tapi juga penyintas kanker,” ujarnya.
Dr. Mega mengatakan saat ini kasus kanker terus meningkat.
Meski tidak menyebutkan data secara pasti, namun kasus kanker yang masih tinggi saat ini adalah kanker payudara, diikuti kanker serviks, nasofaring, dan beberapa kanker lain.
Biasanya, penderita kanker datang ke rumah sakit setelah kankernya sudah stadium lanjut, apalagi sudah ada penyebaran ke bagian organ lain.
• Sudikerta Masuk Penjara, Hakim Tak Terima Tuntutan Wayan Wakil
• Tamu Takut Virus Corona, Pengantin Ini Terpaksa Sapa Undangan dari Kamar Hotel Lewat Video Streaming
• Rusak Parah, 1.250 Pohon Ditanam di Hutan Lindung Desa Pangkung Paruk Buleleng
“Kalau deteksinya lebih dini, penanganannya bisa lebih cepat dan kankernya tentu tidak akan menyebar. Kalau sudah menyebar, agak sulit dan pengobatannya juga tidak murah,” katanya.
Pencegahan dari kanker serviks dan kanker payudara bisa dilakukan sejak dini.
Cara mencegah kanker serviks sendiri bisa dilakukan dengan pap smear.
Setelah rekomendasi hasil pap smear keluar, apakah harus 6 bulan lagi atau setahun lagi untuk mengecek ulang.
• Antisipasi Antrean Kendaraan Mengular, Dewan Minta Loket di UPT PKB Suwung Ditambah
• PHRI Bangli Nilai Kenaikan Retribusi ke Kintamani Terlalu Tinggi
• Trilingual Picture Books, Proyek Buku yang Terinspirasi dari Bali
“Pap smear hanya dilakukan apabila sudah pernah berhubungan seksual. Karena resiko kanker serviks berasal dari hubungan seksual yang tidak sehat,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bendahara-panitia-peringatan-world-cancer-day-dr-desak-megawati.jpg)