Breaking News:

Pemkab Buleleng Ajukan Program Infrastruktur untuk Pemulihan Ekonomi

Peminjaman itu nantinya akan digunakan untuk merehab poliklinik di RSUD Buleleng, dengan harapan dapat memulihkan kondisi keuangan di rumah sakit ters

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Pemkab Buleleng berencana akan mengajukan program infrastruktur, seperti rehabilitasi poliklinik di RSUD Buleleng, rehabilitasi Stadion Mayor Metra, hingga pembangunan jembatan baru dan jogging track di Kelurahan Banyuasri.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana ditemui Selasa (13/10/2020) mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa memastikan berapa nilai peminjaman untuk program PEN ini.

Namun yang jelas, peminjaman itu nantinya akan digunakan untuk merehab poliklinik di RSUD Buleleng, dengan harapan dapat memulihkan kondisi keuangan di rumah sakit tersebut.

Baca juga: Pasangan Mesum Digerebek dalam Satu Selimut, Sang Pria: Ini Tante Saya Pak

Baca juga: Pelatih Bali United Teco Belum Pastikan Tambah Pemain Asing Baru Pasca Kepergian Paulo Sergio

Baca juga: Kakek 70 Tahun Ini Bacok Menantu dan Tetangganya, Lalu Tewas Terjatuh dari Pagar

Selain itu, juga akan digunakan untuk merehab Stadion Mayor Metra.

Pria yang akrab disapa PAS ini menyebut, anggaran untuk merehab stadion itu akan didorong lebih besar karena akan ditata lebih baik.

Sementara lapangan atletik yang ada di stadion Mayor Metra rencananya akan dipindahkan ke Kelurahan Banyuasri, dengan memanfaatkan lahan milik pemkab seluas kurang lebih dua hektar.

Baca juga: Michael Gerald Ingin Bawa Harapan Bali United dan Fans pada Rapat PT LIB di Yogyakarta

Baca juga: Sidang Perdana Djoko Tjandra, Brigjen Pol Prasetijo, dan Anita, Bukti Percakapan Bakal Dihadirkan

Baca juga: Khusus OTG dan Gejala Ringan, Tabanan Sediakan Hotel Karantina Kapasitas 80 Orang

“Kita biar punya stadion yang bagus. Lapangan atletik akan dipindah ke Kelurahan Banyuasri. Pemkab punya lahan di sana sekitar dua hektar, sekarang kami masih nego dengan pemilik lahan, untuk membuat pintu masuknya. Jadi di Mayor Metra khusus stadion saja, tribunnya nanti akan ditata dengan baik sehingga kalau ada pertandingan sepak bola, orang-orang akan datang dan hotel-hotel pasti akan penuh,” terangnya.

Di sisi lain Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi juga membawa program PEN Padat Kerya melalui Taman Terumbu Karang Indonesia (ICRG) ke Buleleng.

Dengan adanya program ini diharapkan bisa memulihkan ekonomi masyarakat yang terdampak langsung akibat pandemi khususnya yang berhubungan dengan pariwisata bahari.

Baca juga: Kasih Ibu Hospital Rayakan HUT ke-33 di Tengah Pandemi, Syukuran dan Lomba Dilaksanakan Virtual

Baca juga: Harapkan Sinergitas, Pjs. Bupati Ketut Lihadnyana Berikan Arahan Kepada Pimpinan OPD

Baca juga: Gadis 14 Tahun Disetubuhi 3 Hari Berturut-turut, Termakan Rayuan akan Dinikahi Jika Hamil

Ditemui seusai melakukan pertemuan dengan Bupati Buleleng, Deputi Bidang Sumber Daya Maritim Safri Burhanuddin mengatakan, dalam program ICRG ini pihaknya akan menyasar para pemandu wisata, pemilik kios, hotel berserta pegawainya yang di PHK untuk bekerja membuat terumbu karang yang unik.

Sehingga selain membantu masyarakat dalam memulihkan ekonomi, juga akan berdampak pada pemulihan habitat laut serta meningkatkan kunjungan wisatawan bahari.

“Program ini akan dimulai pada 17 Oktober mendatang, dengan melibatkan 1.300 sampai 1.500 orang. Ada dana yang disiapkan untuk Buleleng sekitar Rp 10 hingga Rp 20 Miliar,” terangnya.

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Desa Dangri Kangin Data 19 Warga Non Permanen di Banjar Mertha Rauh Kaja

Baca juga: Pertanian dan Kerajinan Lokal Bali Diharapkan Jadi Penopang Kuat Sektor Pariwisata

Sementara Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana menyambut baik program dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi tersebut, sebab dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat di pesisir pantau untuk bekerja.

“Kami berpikir, akan ada persoalan dengan nelayan. Karena ikan-ikan itu kan selama ini tinggal di terumbu karang. Dengan adanya program ini artinya nelayan tidak boleh lagi melakukan aktivitas disekitar terumbu karang. Solusinya kami sudah minta ke pihak kementerian agar dibuatkan rumpon ikan untuk nelayan,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved