Breaking News:

Sebut Bali Terancam Krisis Listrik 2021, Parta Minta PLN Serius Jalankan Proyek Jawa-Bali Connection

Anggota Komisi VI DPR RI, Nyoman Parta mengatakan bahwa Bali menghadapi ancaman serius terkait dengan ketersediaan pasokan listrik pada tahun 2021.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Ragil Armando
Anggota Komisi VI DPR RI, Nyoman Parta saat rapat dengan jajaran Kementerian BUMN dan direksi BUMN, termasuk PLN dalam kunjungan kerja (kunker) Komisi VI DPR RI di Provinsi Bali, di The Trans Resort Bali, Seminyak, Kamis (15/10/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Anggota Komisi VI DPR RI, Nyoman Parta mengatakan bahwa Bali menghadapi ancaman serius terkait dengan ketersediaan pasokan listrik pada tahun 2021.

Ia menyebut bahwa Bali ke depan diperkirakan akan menghadapi ancaman kekurangan pasokan listrik di tahun 2021.

Menurut Parta, ancaman ini terjadi apabila Bali tidak mendapat tambahan pasokan listrik dari Jawa melalui PLTU Paiton.

Sedangkan, cadangan listrik di Bali sendiri pada tahun 2021 diperkirakan berada di bawah 30 persen yakni sekitar 28 persen, dan terus semakin menurun di tahun 2023.

Baca juga: Update Covid-19 di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 32 Orang, Kasus Sembuh Bertambah 27 Orang  

Baca juga: Gelar Mini Konser di Tengah Pandemi, Soullast Terus Ingatkan Protokol Kesehatan dari Atas Panggung

Baca juga: Gelar Mini Konser di Tengah Pandemi, Soullast Terus Ingatkan Protokol Kesehatan dari Atas Panggung

“Pada 2023, cadangan listrik Bali hanya tinggal 13 persen,” kata Parta saat rapat dengan jajaran Kementerian BUMN dan direksi BUMN, termasuk PLN dalam kunjungan kerja (kunker) Komisi VI DPR RI di Provinsi Bali, di The Trans Resort Bali, Seminyak, Kamis (15/10/2020). 

Untuk mencegah terjadinya ancaman yang cukup serius tersebut, politisi PDIP asal Gianyar Bali ini meminta kepada PLN lebih serius mengantisipasi ancaman tersebut. 

Menurut Parta terkait kondisi kelistrikan di Bali,  rencana target  proyek jaringan transmisi 500 KV Jawa-Bali Connection harus di percepat  dan bisa beroperasi pada tahun 2024.

Baca juga: Update Covid-19 di Denpasar, 15 Oktober: Kasus Positif Bertambah 32 Orang, 27 Pasien Sembuh

Baca juga: Perbaikan 12 Titik Ruas Jalan Rusak Akibat Bencana di Tabanan, Rp 7 Miliar Diusulkan ke Bupati

Baca juga: Perbaikan 12 Titik Ruas Jalan Rusak Akibat Bencana di Tabanan, Rp 7 Miliar Diusulkan ke Bupati

"Kabel listrik ini  diperkirakan akan membawa listrik 1.600 MW dari Jawa untuk memperkuat pasokan listrik di Bali," harapnya.

Mantan Ketua Komisi IV DPRD Bali ini juga menambahkan, Jawa-Bali Connection melalui kabel PLTU Paiton ini merupakan solusi jangka panjang.

Dalam pertemuan dengan jajaran  Direksi PLN dan Kementrian BUMN, Parta juga mempertanyakan bagaimana solusi yang diberikan PLN untuk jangka pendek.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved