Corona di Bali

Belum Punya Acuan, Disparbud Bangli Belum Bisa Tetapkan Target Pendapatan Tahun 2021

Sektor pariwisata di Bangli hingga kini belum menetapkan besaran target pendapatan untuk tahun 2021 mendatang.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kadisparbud Bangli, I Wayan Adnyana 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI  – Sektor pariwisata di Bangli hingga kini belum menetapkan besaran target pendapatan untuk tahun 2021 mendatang.

Pihak dinas berdalih tidak bisa menetapkan target lantaran tidak ada dasar acuan untuk penetapannya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli, I Wayan Adnyana saat dikonfirmasi Kamis (24/12/2020).

Ia mengatakan belum bisa menetapkan target pendapatan pada tahun 2021 lantaran sejumlah Daya Tarik Wisata (DTW) di Bangli, pada tahun 2020 tidak memungut retribusi.

Baca juga: Kasus Kematian dengan Covid di Bangli Bertambah, Berharap Sewa Kamar Isolasi Tetap Dibiayai Pusat

Baca juga: RSU Bangli Rencanakan Layanan Swab Mandiri Tahun 2021 Mendatang

Baca juga: Seorang Keponakan di Bangli Jadi Tersangka, Dua Pamannya Dianiaya hingga Bersimbah Darah

“Bagaimana membuat target? Apa dasarnya? (Karena) sampai bulan Desember ditutup (dibebaskan) retribusinya,” ucap dia.

Adnyana menjelaskan bebasnya biaya retribusi berkaitan dengan pandemi Covid-19 yang terjadi sejak bulan Maret.

Kendati jelang akhir tahun sejumlah objek wisata sudah kembali dibuka, ia menegaskan belum menarik retribusi karena Kabupaten Bangli menggratiskan retribusi hingga Januari 2021.

“1 Januari baru bisa kita kembali tarik retribusi. Untuk target tahun 2021 minimal seperti APBD Perubahan tahun 2020, sambil kita lihat perkembangannya, sehingga pada APBD Perubahan 2021 targetnya bisa diubah,” katanya.

Baca juga: Denpasar Perketat Pengawasan Tempat Wisata Saat Libur Nataru, Gugus Tugas: Jangan Penuh di 1 Titik

Baca juga: Tugas Berat Menparekraf Sandiaga Uno Pulihkan Pariwisata, Khususnya di Bali

Baca juga: Objek Wisata Taman Edelweis di Karangasem Ditata Kembali dan Diperluas Jelang Nataru

Disinggung mengenai trobosan pada tahun 2021, Kadis asal Desa Batur, Kintamani itu menyebut tidak ada trobosan besar, mengingat situasi pandemi.

Perbedaan hanyalah pada tahun 2021 mendatang, retribusi pada seluruh objek wisata sudah kembali diterapkan.

Tarif baru tersebut ditetapkan berdasarkan Peraturan Bupati Bangli No. 37 Tahun 2019 tentang perubahan atas peraturan perbup Bangli No. 47 Tahun 2014 tentang peninjauan tarif retribusi tempat rekreasi dan olahraga Kabupaten Bangli.

Ada lima DTW yang dikenai tarif retribusi baru, yakni DTW Batur, DTW Terunyan, DTW Penglipuran, DTW Pura Kehen, serta DTW Penulisan.

Baca juga: Cek Pelabuhan Gilimanuk Masa Nataru, Kapolda Bali : Bali Siap Sambut Wisatawan 

Baca juga: Cegah Klaster Covid-19 Nataru, Pangdam IX/Udayana Perintahkan Prajurit Jalani Tes Swab PCR

Subjek retribusi menyasar tiket masuk hingga alat transportasi.

Untuk tiket masuk, rata-rata kenaikan tarif retribusi antara  Rp 5 ribu hingga Rp 20 ribu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved