Breaking News:

Ternyata Tidak Makan Malam justru Bikin Berat Badan Naik, Berikut Penjelasan Ahli

Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa melewatkan makan malam dapat menyebabkan penambahan berat badan dan kemungkinan lebih tinggi

Gambar oleh Jill Wellington dari Pixabay
makan malam - melewatkan makan malam ternyata bikin berat badan naik 

TRIBUN-BALI.COM – Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa melewatkan makan malam dapat menyebabkan penambahan berat badan dan kemungkinan lebih tinggi untuk kelebihan berat badan atau obesitas.

Mungkin kamu sendiri heran mengapa berhenti makan malam justru meningkatkan berat badan?

Padahal kebiasaan ini justru dikenal bisa menurunkan bobot tubuh.

Dilansir Grid.ID dari Businessinsider.in, selama bertahun-tahun, penelitian telah mengaitkan melewatkan sarapan dengan peningkatan BMI (indeks massa tubuh), tetapi beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh makanan lain pada hari itu.

Baca juga: 8 Manfaat Asam Jawa Bagi Kesehatan Tubuh, Menjaga Kesehatan Jantung Hingga Menurunkan Berat Badan

Baca juga: Studi Tunjukkan Minum Air Putih Ampuh Turunkan Berat Badan, Ini Aturannya

Baca juga: Segera Hindari, 7 Kebiasaan Sarapan Ini Bisa Bikin Berat Badan Naik Drastis

Para peneliti di Universitas Osaka, yang menilai kebiasaan sarapan, makan siang, dan makan malam, menyimpulkan bahwa tidak makan malam adalah hal yang signifikan dari kenaikan berat badan dan kelebihan berat badan atau obesitas.

Studi ini melibatkan 17.573 pria dan 8.860 siswa wanita di atas usia 18 tahun yang terdaftar di Universitas Osaka selama rata-rata tiga tahun.

Sebagai bagian dari pemeriksaan tahunan mereka, para siswa diberi pertanyaan seberapa sering mereka sarapan, makan siang, dan makan malam.

Baca juga: 12 Tips Tingkatkan Metabolisme dan Bantu Turunkan Berat Badan, Kopi Hitam dan Lebih Sering Berdiri

Baca juga: 10 Cara Mudah Menurunkan Berat Badan dalam Waktu Dua Minggu

Baca juga: Ini 5 Manfaat Mengonsumsi Dua Pisang Setiap Hari, Menurunkan Berat Badan hingga Pencernaan Baik

Peneliti juga mempertimbangkan waktu makan, apakah kebiasaan makan peserta berubah selama penelitian, dan faktor gaya hidup seperti tidur, merokok, dan minum alkohol.

Bagi yang melewatkan makan malam, para peneliti menemukan penambahan berat badan 10% atau lebih, serta memiliki BMI lebih dari 25, yang digolongkan sebagai kelebihan berat badan atau obesitas.

Perlu diperhatikan bahwa BMI pun memiliki keterbatasan (seseorang yang sangat berotot dan kurus dapat digolongkan sebagai obesitas), tetapi saat menilai populasi yang lebih besar, umumnya dianggap cukup akurat karena perbedaannya lebih besar satu sama lain.

Baca juga: Sebelum Diet, Kenali Jenis yang Tepat untuk Turunkan Berat Badan

Baca juga: Sedang Diet? Hindari 8 Camilan yang Bikin Berat Badan Naik Ini

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved