Jerinx SID Dilaporkan ke Polda Bali

UPDATE: Soal Memori Kasasi Jaksa, Begini Tanggapan Tim Hukum Jerinx

tim penasihat hukum I Gede Ary Astina alias Jerinx (JRX), juga telah menerima salinan memori kasasi tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Penulis: Putu Candra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Putu Candra
I Wayan Gendo Suardana bersama rekan-rekannya selaku tim penasihat hukum Jerinx menyerahkan memori kasasi ke PN Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selain menyerahkan memori kasasi, tim penasihat hukum I Gede Ary Astina alias Jerinx (JRX), juga telah menerima salinan memori kasasi tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Terkait dengan sejumlah dalil yang dimuat dalam memori kasasi jaksa setebal 10 halaman itu, tim hukum menilai sangat mengada-ada, dan dipaksakan.

"Kami sudah menerima salinan memori kasasi jaksa.

Tebalnya 10 halaman, dalilnya hanya tiga halaman," ucap I Wayan "Gendo" Suardana, selaku ketua tim penasihat hukum Jerinx ditemui usai menyerahkan memori kasasi di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu, 10 Pebruari 2021.

UPDATE Serahkan Memori Kasasi Tepat di Ulang Tahun Jerinx,Pengacara Harap Kado Istimewa Jerinx Bebas

Pihaknya menerangkan, dalam memori kasasi JPU itu memuat dalil, bahwa majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar tidak cermat atau tidak sempurna dalam menerapkan hukum pembuktian, karena tidak mempertimbangankan seluruh fakta persidangan.

"Setelah kami baca, memori kasasi jaksa ini dipaksakan, karena apa yang dimuat di memori kasasi ini sudah diakomodir oleh majelis hakim.

 Ini aneh, dan keliatan memang jaksa mengada-ada, tidak punya argumentasi.

Hanya ingin melakukan pembalasan terhadap Jerinx," jelas Gendo

"Dalil Ini lah yang kemudian ditolak oleh hakim banding dengan menyatakan, putusan pidana sepuluh bulan penjara terhadap Jerinx didasari pada prinsip hukum pidana. Bukan sebagai pembalasan, tapi sebagai pendidikan," lanjutnya.

Kembali Gendo membacakan, dalam dalil memori kasasi, jaksa menyatakan hukuman majelis hakim dalam banding terlalu ringan, tidak punya efek jera dan menurunkan semangat kinerja seluruh dokter.

"Bukan kah fakta ini sudah dipertimbangkan dalam putusan hakim. Sudah dijadikan hal memberatkan.

Juga mengenai walk out. Itu sudah jadi pertimbangan memberatkan majelis hakim," cetusnya.

Lebih lanjut dikatakan Gendo, dalil yang dimuat dalam memori kasasi jaksa sesungguhkan sudah diterima majelis hakim.

 "Kalau jaksa bilang pembuktiannya tidak tepat. Pembuktian yang mana tidak tepat?.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved