Penegakan Protokol Kesehatan

Satgas Covid-19 Bubarkan Orang Mancing di Pemogan Denpasar, Sejumlah Alat Pancing Disita

Namun demikian, masih ada sejumlah warga yang nekat melakukan kegiatan memancing dan dianggap memicu kerumunan di sana.

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Sunarko
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Penindakan pelanggar protokol kesehatan di Taman Pancing, Pemogan, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, pada Rabu 10 Februari 2021. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Karena dinilai terjadi kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan lainnya, sejumlah warga yang sedang melakukan kegiatan memancing di Taman Pancing, Pemogan, Denpasar, terkena penindakan oleh tim Satgas Covid-19 Desa Adat Pemogan.

Operasi penegakan protokol kesehatan pada Rabu 10 Februari 2021 itu dilakukan bersama-sama Satgas Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, yang melibatkan juga petugas Polri, TNI, Satpol PP dan Linmas.

Diketahui, di antara para pemancing ada yang tidak memakai masker atau tidak menggunakan masker dengan benar.

Sebetulnya, selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro sejak 9 Februari 2021 hingga selesainya pada Maret nanti, Taman Pancing sebagai fasilitas umum sebetulnya ditutup.

Namun demikian, masih ada sejumlah warga yang nekat melakukan kegiatan memancing dan dianggap memicu kerumunan di sana.

Rekaman video penindakan terhadap para pemancing dengan menyita alat pancing yang berdurasi 25 detik itu pun dibanjiri komentar warganet dan viral di media sosial.

Saat dikonfirmasi Tribun Bali, Kepala Desa/Perbekel Desa Adat Pemogan, Made Suwirya membenarkan kegiatan penindakan terhadap para pemancing tersebut.

"Benar tadi kami melaksanakan sidak rutin bersama satpol PP, TNI, Polri, Linmas dan Satgas Desa Adat Pemogan serta Satgas Kecamatan Densel," ujar Made Suwirya.

5 Desa/Kelurahan di Denpasar Bali Terapkan PPKM Mikro, Pemberlakuan Sesuai SK Walikota

Mulai Besok, PPKM Mikro Akan Diterapkan di 4 Desa dan 2 Kelurahan di Buleleng Bali

Made Suwirya menegaskan, bahwa selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga selesainya PPKM Mikro, Taman Pancing sebagai fasilitas umum ditutup namun masih ada warga yang nekat beraktivitas berkerumun di sana.

"Taman Pancing sebagai fasilitas umum ditutup selama masa PPKM sampai berakhirnya PPKM Mikro. Memang sasaran kita di sana, karena berpotensi terjadi kerumunan," kata Made Suwirya.

Pelaksanaan PPKM Mikro, MDA Badung Minta Desa Adat Aktifkan dan Bentuk Satgas Gotong Royong Covid-19

Belum Terapkan PPKM Mikro, Bangli Masih Konsultasi, Buleleng Tak Ada Kasus Penularan Masif

Terkait penyitaan alat pancing, Made Suwirya menjelaskan, bahwa penindakan dengan menyita alat pancing itu hanya sebagai memberikan efek jera.

Para pemilik alat pancing, kata dia, bisa mengambilnya kembali di kantor Desa Pemogan.

"Mereka berkerumun dan tidak pakai masker, ada 6 orang yang alat pancingnya kami sita karena berkerumun dan tidak memakai masker. Hanya sebagai efek jera saja, alat pancing tersebut bisa diambil di kantor," sebut Suwirya.

Selain itu, kata Suwirya, sejumlah masyarakat maupun pemancing yang tidak mengenakan masker secara sempurna juga mendapat pembinaan dari petugas agar mematuhi protokol kesehatan.

Tak Ditemukan Penularan Covid-19 yang Masif, Buleleng Belum Terapkan PPKM Mikro

Begini Syarat Perjalanan Masuk Bali Lewat Bandara I Gusti Ngurah Rai Selama PPKM Mikro Diberlakukan

Adapun upaya ini digalakkan demi mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas dan menegakkan hukum protokol kesehatan sebagaimana regulasi yang telah diatur untuk menanggulangi dan mengendalikan Covid-19 khususnya di Bali. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved