Breaking News:

Berita Bali

Sebanyak 3.162 Balita di Bali Alami Gizi Buruk Selama Pandemi, Ini Penjelasan dr. Ketut Suarjaya

Kurangnya pemenuhan gizi bayi di bawah usia lima tahun (balita) pada tahun 2020 sekitar 3.162 balita di Bali. 

Kompas.com
Ilustrasi 

Sementara itu, angka stunting di Bali, kata Suarjaya cukup rendah, yakni diangka 7 persen. Angka ini diperolah dari pemantauan (EPPGBM) secara elektronik. 

"Angka stunting di Bali masih rendah secara Nasional. Dan dari hasil pemantauan (EPPGBM) secara elektronik kita antara angka 6 hingga 7 persen. Dan itu masih rendah," lanjutnya.  

Ia juga berharap angka stunting ini tetap rendah meski corona masih merebak. Ada sejumlah wilayah yang angka stuntignya masih tinggi. Diantaranya, Buleleng, Karangasem, Jembrana dan Bangli. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, gizi buruk merupakan masalah kekurangan gizi yang dapat terjadi pada situasi pandemi saat ini karena banyak KK yang di rumahkan atau penghasilannnya berkurang, terutama untuk yang bekerja di sektor swasta, dimana sebagian besar masyarakat kita bergelut di pariwisata.

Terlebih saat ini banyak hotel, travel dan lain-lain tidak bisa beroperasi sehingga pendapatan berkurang yang mengakibatkan penyediaan pangan di tingkat rumah tangga juga berkurang. 

"Disisi lain, posyandu juga tidak diperkanankan untuk melakukan penimbangan, terutama daerah zona merah. Akibatnya, asupan yang berkurang dalam kurun wajtu hampir setahun, dan pemantaun pertumbuhan balita yang tidak optimal maka, kemungkinan besar balita yang menderita gizi kurang akan semakin rentan untuk menjadi gizi buruk," sambungnya. 

Disamping juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti jamban sehat dan air bersih.

Penetapan kabupaten lokus stunting tahun 2018 adalah berdasarkan hasil riskesdas 2013 dan ditetapkan gianyar sebagai lokus untuk Provinsi Bali dengan prevalensi stunting 2013 Selanjutnya untuk tahun 2019 ditetapkan Kabupaten Buleleng.

Baca juga: Ini 5 Tips Agar Gizi Tetap Seimbang, Jaga Imun Tubuh Tetap Kuat

Baca juga: Pedoman Gizi Seimbang 1.000 Hari Pertama Kehidupan, Untuk Ibu dan Bayi

Penetapan tersebut berdasarkan data TNP2K dengan kriteria prevalensi stunting, jumlah balita stunting serta data kemiskinan.

Sedangkan berdasarkan Riskesadas tahun 2018, kondisi balita stunting di Kabupaten Gianyar sudah menurun. 

Halaman
123
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved