Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tips Kesehatan

Selain Menunda Pekerjaan, Inilah 5 Kebiasaan Buruk bagi Kesehatan Mental dan Cara Mengatasinya

Kebiasaan anda di media sosial, rutinitas olahraga, bahkan cara berjalan anda bisa mempengaruhi situasi mental anda.

Penulis: Priscilla Nivili | Editor: Priscilla Nivili
Pexels/AndrewNeel
Ilustrasi. Depresi membuat anda menarik diri dari sekitar dan kehilangan kemampuan untuk menghibur diri. Inilah 5 kebiasaan yang buruk bagi kesehatan mental anda dan cara menanganinya. 

Anda bahkan akan malas untuk bangun dan pergi bekerja.

Baca juga: Sadari 5 Gejala Awal Depresi, dari Tidak Nafsu Makan hingga Menarik Diri

Tips bahagia: Konsultasikan pada psikiater mengenai keadaan mental anda.

Setelah anda pulih, anda bisa melawan bully dengan langkah ini:

  • Ajak si bully berbicara langsung.
  • Lawan penindasan dengan sikap tegas.
  • Dokumentasikan (dengan hati-hati) perilaku bully yang anda terima.
  • Laporkan pada pihak yang tepat.
  • Cari tempat kerja baru yang lebih baik (jika keadaan tidak berubah).

Baca juga: Toxic Parent Berbahaya Bagi Kesehatan Mental Anak, Berikut Penjelasannya

4. Menunda pekerjaan

Coba pikirkan tugas yang saat ini sedang anda tunda.

Jika alasannya karena bosan atau hanya malas, mungkin tips ini tidak akan terlalu membantu.

Tetapi jika anda menunda karena tugas itu membuat anda cemas atau karena takut gagal, maka mengerjakannya akan mebuat anda semakin depresi.

Tips Bahagia: Sebelum anda akhirnya mengerjakan tugas anda secara langsung, lakukan sesuatu yang membantu anda meredakan stres seperti mendengarkan musik atau lari.

Anda harus terlibat dalam suatu aktivitas yang membantu menghilangkan kecemasan.

Dengan cara ini alih-alih stres, dapat memasukkan sedikit kesenangan ke dalamnya.

Baca juga: Mengenal Depresi, Penyakit Mental yang Dapat Memengaruhi Perasaan, Cara Berpikir, dan Bertindak

5. Toxic relationship

Banyak orang tidak menyadari bahwa depresi yag dialami berasal dari toxic relationship atau hubungan yang toksik.

Toxic relationship adalah hubungan yang alih-alih membangun satu sama lain, malah merusak dan memengaruhi mental sehingga anda percaya bahwa anda kurang baik bagi pasangan anda.

Hubungan toksik menggerogoti harga diri anda.

Pasangan mereka membuat mereka percaya bahwa mereka tidak kompeten, atau egois.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved