Berita Badung

PHRI Badung Tanggapi Larangan Pelaksanaan Perayaan Nataru, Minta Perayaan Ada Namun Taat Prokes

Belum maksimal adanya kunjungan wisatawan, pemerintah sudah melarang adanya perayaan saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang.

Tribun Bali/Agus Aryanta
Ketua PHRI Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Dunia pariwisata di Badung seakan patah semangat.

Belum maksimal adanya kunjungan wisatawan, pemerintah sudah melarang adanya perayaan saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang.

Padahal momen itu dinanti-nanti oleh pengusaha yang ada di Badung dengan harapan kunjungan wisatawan bisa meningkat.

Baca juga: Jelang Nataru PHRI Badung Ingatkan Prokes Ketat, Suryawijaya: Bali Harus Bisa Seperti Thailand

Baca juga: Hingga Kini Belum Ada Kunjungan Wisman, PHRI Badung: Disinyalir Karena Diberlakukannya Karantina

Namun, kini pemerintah malah akan menerapkan PPKM Level 3 saat libur Natal dan tahun baru mendatang.

Hal ini untuk menghindari resiko angka penularan Covid-19 kembali meningkat.

Bahkan pemerintah pun memberlakukan larangan cuti libur akhir tahun 2021 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri, serta karyawan BUMN dan swasta.

Menanggapi kondisi itu Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Badung pun berharap perayaan tetap dilakukan, hanya saja dengan beberapa syarat, salah satunya yakni taat protokol kesehatan (Prokes).

Baca juga: Denpasar Nol Kunjungan Wisman, PHRI: Turis Kebanyakan Beralih ke Thailand

Baca juga: Masa Karantina Wisman Dikurangi, PHRI Badung Optimis Kunjungan Capai 3 Ribu Perhari 

“Semestinya perayaan kecil-kecil tidak masalah dengan taat prokes. Apalagi kondisi perekonomian seperti ini,” ungkap ketua PHRI Badung'> PHRI Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya saat dihubungi Senin, 22 November 2021.

Pihaknya mengatakan saat ini disiplin akan prokes, untuk masyarakat Bali sangat tinggi.

Hal itu terlihat dari beberapa kegiatan upacara agama yang dilaksanakan namun, tidak ada kasus yang signifikan.

“Kalau kerumunan massa berlebihan memang berpotensi adanya penyebaran kasus Covid-19. Namun, jika ada perayaan kan perlu dilakukan pembatasan. Selain itu tetap dipantau satgas Covid-19,” katanya.

Baca juga: Tes Antigen Berlaku Mulai Hari Ini, PHRI Badung: Menggairahkan Pariwisata Bali

Baca juga: Penerbangan Jawa-Bali Kini Gunakan Antigen, PHRI Badung: Ini Baru Masuk Akal 

Selain itu, berbicara masalah masyarakat Bali, hampir 98 persen masyarakat Bali sudah mendapatkan vaksin lengkap.

Sehingga dari 43 juta masyarakat Bali ada 3,4 juta masyarakat Bali yang divaksin lengkap.

“Jadi, hard imun sudah terbentuk, sehingga tidak boleh terlalu parno atau ketakutan berlebihan dengan Covid-19 ini. Bahkan kasusnya tidak akan sama dengan tahun 2020 lalu, mengingat saat itu hanya beberapa masyarakat yang mendapatkan vaksin. Sehingga perlu dilakukan jalan tengah,” tegasnya.

Baca juga: Program Kartu Prakerja Berlanjut di Tahun 2022, Airlangga: Diharapkan Bisa Buat Program Luring

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved