Breaking News:

Berita Tabanan

18 Piranti Gong Baleganjur Pura Luhur Pucak Paruman Belayu Tabanan Digondol Maling

Polsek Marga dengan pihak Desa Adat Belayu serta pengempon pura, polisi meminta pihak Desa Adat untuk memasang alat perekaman CCTV di setiap pura.

Polsek Marga
Petugas saat melakukan patroli di wilayah Kecamatan Marga Tabanan malam hari. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Peristiwa pembobolan sebuah tempat suci yakni Pura di Kabupaten Kembali terjadi. Sejumlah perangkat gong baleganjur di Pura Luhur Pucak Paruman, Banjar Adat Bantannyuh, Desa Batannyuh, Desa Adat Belayu, Kecamatan Marga digondol maling. 18 piranti gong baleganjur milik pengempon pura tersebut raib digondol maling dan baru diketahui Selasa 7 Desember 2021 sore.

Pihak kepolisian pun mengaku sudah melakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ini.

Dan hasil koordinasi Polsek Marga dengan pihak Desa Adat Belayu serta pengempon pura, polisi meminta pihak Desa Adat untuk memasang alat perekaman CCTV di setiap pura yang ada.

Sebab, keberadaan CCTV akan sangat membantu untuk mengetahui ciri pelaku dan juga aktivitas yang terjadi di lingkungan tempat suci di Bali ini.

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa kehilangan piranti gong baleganjur di Pura Luhur Pucak paruman, Banjar Adat Bantannyuh, Desa Batannyuh, Desa Adat Belayu, Kecamatan Marga baru diketahui Selasa 7 Desember 2021 sore kemarin sekitar pukul 17.00 Wita.

Baca juga: KISAH Korban Erupsi Semeru: Ibu Hamil Berlari Berlasan Kilometer, Kebingungan Cari Tempat Aman

Baca juga: Demi 13 Juta Followers, Dr Daniel Bikin Konten TikTok di Tengah Operasi Bedah Kosmetik

Baca juga: DPRD Gianyar, Dek War Minta Pelanggaran Bangunan Hotel Langsung Ditindak Tegas

Peristiwa itu bermula saat serang saksi bernama I Made Puja (80) mempunyai tugas rutin mematikan lampu di Pura tersebut datang ke pura untuk mematikan lampu.

Saat itu, saksi I Made Puja ini mendapati 2 pintu gudang Penyimpenan yang terletak di pelataran Jaba tengah Pura terbuka paksa, setelah dicek ke dalam gudang tidak ada barang yang hilang. Karena merasa aman, saksi tersebut kemudian pulang ke rumahnya.

Sore harinya, saksi lain I Wayan Kasna (65) yang bertugas rutin untuk menghidupkan lampu di Pura datang ke pura untuk menghidupkan lampu.

Namun, ia merasa ada yang janggal karena melihat keadaan dua pintu gudang terbuka. Saksi kemudian mengecek ke Jeroan yakni utama mandala Pura Luhur Pucak Paruman dan ternyata mendapati alat Pemukul Gamelan yang seharusnya tersimpan dalam peti bersama dengan gamelan justru tercecer di lantai Sambyangan.

Melihat hal itu, saksi kemudian melanjutkan pengecekan ke dalam peti yang sejak awal memang tidak terkunci. Alhasil, beberapa gambelan hilang digondol maling.

Setelah dilakukan pengecekan ulang, total ada 18 piranti gong baleganjur yang hilang. Diantaranya 8 buah Reong, 2 buah Ponggang, 1 buah Tawa tawa, 1 buah Klenang, 6,5 Set Ceng Ceng tersisa 1,5 Set Ceng Ceng.

Tak hanya itu, kabel penerangan di Pura Luhur Pucak Paruman juga dirusak dan terlepas.

Akibat kejadian tersebut, korban yang merupakan para pengempon Pura Luhur Pucak Paruman tersebut menderita kerugian material hingga Rp 40 Juta lebih.

Pasca kejadian tersebut pihak pengempon juga sudah melaporkannya ke Polsek Marga untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolsek Marga, AKP I Gede Budiarta membenarkan peristiwa kehilangan terjadi di wilayahnya yakni di Pura Luhur Pucak Paruman Desa Adat Belayu Tabanan.

Setelah dilakukan penyelidikan, pencurian gong tersebut terjadi lantaran tempat atau peti penyimpanan gong tersebut terletak di luar dalam kondisi tak terkunci.

“Tempat penyimpanan gongnya itu tidak dikunci. Ada beberapa alat gong baleganjur yang hilang

Baca juga: PROMO ALFAMART Besok Kamis 9 Desember 2021, Detergen Mulai Rp 15 Ribuan Hit 200 Ml Rp 11.600

Baca juga: RAMALAN ZODIAK KESEHATAN BESOK Kamis 9 Desember 2021, Taurus Stres Gemini Waspada Leo Tegang

Baca juga: 16 Peserta Tak Hadir Seleksi PPPK Guru Tahap 2 di Tabanan, Masih Tersisa 1.034 Formasi PPPK Guru

AKP Budiarta mengaku saat ini masih dalam penyelidikan. Perkiraan sementara, peristiwa itu kemungkinan hilang pada Senin 6 Desember 2021 malam hari dan baru diketahui pihak pengempon pada Selasa 7 Desember 2021 sore hari. Sehingga ada spare waktu sekitar 24 jam pasca kehilangan.

Terlebih lagi di lokasi pencurian ini tidak terdapat CCTV.

“Saya sudah sampaikan ke semua pihak, kalau bisa nanti agar dilengkapi CCTV untuk pemantauannya. Apalagi sekarang CCTV sudah bisa dipantau lewat handphone. Karena kalau mengandalkan tenaga konvensional seperti saat ini agak sulit. Kalau kita juga gunakan tenaga masyarakat untuk berjaga atau mekemit takutnya kan kasian, mungkin nanti CCTV akan membantu,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku akan terus berupaya melakukan penyelidikan mendalam dan akan mengecek semua tempat-tempat yang diduga menjadi penampungan (penadah) barang hasil curian.

Karena barang yang hilang berasal dari kuningan, mungkin akan menyasar tempat pembuatan dan juga peleburan kuningan di beberapa wilayah.

Kemudian pihak kepolisian juga menduga adanya komplotan yang bekerja, mengingat sebelumnya kasus serupa yakni kehilangan piranti gong juga terjadi di wilayah Kecamatan Kediri, Tabanan.

“Tapi kami tetap usahakan meskipun dengan jumlah personel yang minim. Kami berharap bantuan masyarakat memberikan informasi juga agar kasus ini bisa terungkap,” harapnya.

“Kami juga terus melakukan patroli terlebih di malam hari. Mengingat di Kecamatan marga sendiri ada banyak sekali Pura yang letaknya jauh dari pemukiman. Selain itu wilayah Kecamatan marga juga terdiri dari 16 Desa. Kami harap kejadian seperti ini tidak terulang kembali dengan bantuan keamanan dari masyarakat di masing-masing desa,” tandasnya.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved