Breaking News:

Berita Tabanan

Satlantas Polres Tabanan Sasar Tempat Keramaian Hingga Sekolah, Imbau Keselamatan Berkendara

Tercatat, di tahun 2021 lalu ada 33 kasus kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan korban jiwa. 

Satlantas Polres Tababan
Satlantas Polres Tababan saat memberikan pemahaman dan inbauan taat prokes dan tata tertib lalulintas di wilayah Kecamatan Baturiti, Tabanan, Selasa 11 Januari 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Kasus kecelakaan lalulintas di Kabupaten Tabanan memang selalu tinggi setiap tahunnya.

Namun, semenjak pandemi Covid 19 melanda kasus kecelakaan cenderung menurun namun angka kematian akibat lakalantas cenderung masih tinggi.

Tercatat, di tahun 2021 lalu ada 33 kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban jiwa. 

Untuk menekan jumlah lakalantas di Tabanan, pihak Satlantas Polres Tabanan berupaya untuk menyadarkan masyarakat bahwa pentingnya menggunakan helm untuk keselamatan sama pentingnya dengan penggunaan masker di tengah pandemi ini. 

Menurut data yang berhasil diperoleh, kasus kecelakaan di tahun 2021 ini mengalami penurunnan dibanding tahun 2020 lalu.

Baca juga: Lama Jadi TO, Tersangka Narkotika Ditangkap Polres Tabanan, Terlibat Saat Penangkapan Jro Jangol

Baca juga: Tersangka Kasus Narkoba Ajukan Pra-Peradilan, Polres Tabanan Klaim Penangkapan Sudah Sesuai Prosedur

Baca juga: Polres Tabanan Ungkap Kasus Prostitusi Anak Dibawah Umur, Sang Muncikari Terancam 10 Tahun Penjara

Tahun 2021, ada 33 kasus yang mengakibatkan korban meninggal dunia kemudian dua orang mengalami luka berat dan juga 209 orang luka ringan.

Sedangkan di tahun 2020 lalu, tercatat ada 51 orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan dan 156 orang mengalami luka ringan.

"Untuk tahun ini kami sudah menyusun sejumlah program untuk menekan angka lakalantas di wilayah Tabanan ini. Salah satunya adalah membuat gerakkan jauhi Covid jauhi Laka lantas," ungkap Kasat Lantas Polres Tabanan, AKP Kanisius Franata saat dikonfirmasi, Selasa 11 Januari 2022. 

Menurutnya, program jauhi Covid dan Lakalantas ini bercermin dari perilaku masyarakat di jalanan semasa pandemi Covid 19.

Pihak kepolisian sangat sering menemukan pengendara yang menggunakan masker namun justru tak mengenakan helm.

Di satu sisi, prokes jalan tapi untuk keselamatan di jalan justru diabaikan. 

"Jadi masyarakat bukan hanya kalo pake motor itu pake masker tapi mereka tetap harus ingat helem juga. Itu untuk keselamatan jangan sampai timpang. Dengan begitu prokesnya jalan dan keselamatan terjamin," tegasnya. 

AKP Kanisius menyatakan selain memberikan imbauan lewat media sosial, juga gencar melakukan imbauan secara langsung di tempat keramaian seperti pasar dan tempat keramaian lainnya lewat pendidikan masyarakat lalulintas (dikmas lantas)," ungkapnya.

"Itu gencar kami lakukan mengingat karena kecelakaan jumlah kematiannya lebih banyak dari pada jumlah kematian Covid pada intinya," tegasnya lagi.

Baca juga: Jadi Atensi Kapolri, Polres Tabanan Bentuk Tim Selidiki Kasus Pinjol Ilegal yang Rugikan Masyarakat

Baca juga: Polres Tabanan Tunggu Arahan Polda Bali Terkait Penerapan Tiga Golongan SIM C

Baca juga: Operasi Patuh Agung Digelar 14 Hari, Polres Tabanan Fokus Tangani Kasus Covid-19 & Atensi Balap Liar

Disinggung mengenai imbauan langsung kepada anak sekolah mengingat sekarang sudah PTM?

AKP Kanisius mengatakan sasaran anak sekolah adalah target yang utama.

Sebab, sebelum pandemi tingkat kecelakaam lalulintas sebagian besar disumbang dari anak sekolah.

Kemudian di masa pandemi anak sekolah dinilai terlalu santai alias menyepelekan kasus kecelakaan

"Kami melihat banyak anak sekolah yang terlalu santai tidak pake helm. Padahal sebelumnya tingkat kecelakaan cukup tinggi disumbang dari anak sekolah. Tapi semenjak pandemi tingkat sumbangan lakalantas dari kalangan anak sekolah sangat jauh berkurang karena mereka tak melaksanakan pembelajaran secara tatap muka (PTM)," ungkapnya.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved