Berita Bangli

Tagihan Listrik Lampu Penerangan Jalan di Bangli, Bali, Tahun 2022 Hemat Rp 200 Juta

Tagihan listrik Lampu Penerangan Jalan di Bangli, Bali, pada tahun 2022 hemat sebesar Rp 200 juta.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kepala Dishub Bangli, I Ketut Riang - Tagihan listrik Lampu Penerangan Jalan di Bangli, Bali, pada tahun 2022 hemat sebesar Rp 200 juta. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Tagihan listrik untuk Lampu Penerangan Jalan di Bangli diklaim lebih hemat hingga Rp 200 juta.

Penghematan ini dikarenakan adanya penggantian lampu penerangan jalan umum di 157 titik, tahun 2021 lalu.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Bangli, I Ketut Riang, Minggu 8 Januari 2023.

Kata dia pada tahun 2022 tagihan listrik penerangan jalan umum (PJU) dirancang sebesar Rp 1,1 miliar.

"Anggaran ini awalnya direncanakan untuk 9 hingga 10 bulan," ucapnya.

Kendati demikian, pada realisasinya terdapat penghematan hingga Rp 200 juta. alhasil dari anggaran Rp 1,1 miliar tersebut cukup untuk memenuhu tagihan listrik hingga setahun. "Anggaran Rp 1,1 miliar itu untuk 1287 titik PJU. Selain juga ada penambahan 40 titik PJU," ungkap dia.

Menurut Riang, penghematan tagihan listrik yang mencapai 20 persen lebih ini, salah satunya karena adanya penggantian lampu konvensional ke LED sebanyak 157 titik.

"Kalau biasanya tiap bulan tagihan listrik PJU Rp 120 juta hingga Rp 125 juta per bulan, sekarang tagihannya rata-rata hanya Rp 90 juta per bulan," bebernya.

Diketahui pula, pada tahun 2023 ini Pemerintah Provinsi Bali telah menganggarkan Rp 47 miliar untuk penataan drainase dan trotoar kota Bangli.

Baca juga: PHR Terutang di Bangli Masih Sisa Rp 1,2 Miliar, Berasal Dari Restoran yang Tak Lagi Beroperasi

Bersamaan dengan proyek tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Perhubungan juga menganggarkan Rp 600 juta, untuk pemasangan kabel lampu penerangan jalan di jalan.

"Tujuannya agar tidak bongkar-bongkar lagi trotoar yang sudah dipasang. Oleh sebab itu dipasangi kabel dulu," ucapnya. 

Mantan Kepala Badan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Bangli ini mengatakan, pemasangan kabel menyasar seluruh ruas trotoar yang belum terfasilitasi Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU).

Dalam pemasangan kabel, pihaknya juga akan meminta izin ke provinsi untuk membangun di atas aset provinsi. 

"Tentunya tidak bertentangan karena kami sudah izin. Mengenai jenis lampu penerangan yang akan dipasang, merupakan lampu penerangan untuk pejalan laki," ucapnya.

Sementara Kabid Teknis Sarana Prasarana Dishub Bangli, Anak Agung Gede Hartawan menambahkan panjang kabel yang akan dipasang sepanjang hampir 5 kilometer  dengan menyasar ruas jalan utama kota Bangli.

Mengenai teknis pengadaan kabel serta pemasanganya masih digodok apakah lewat tender atau E-Katalog. 

"Setelah pemasangan kabel akan dilanjutkan dengan pemasangan beberapa titik lampu. Kegiatan pengadaan lampu penerangan kemungkinan dianggarkan pada APBD Perubahan," jelas Kabid asal banjar Puri Kanginan, Kelurahan Kawan Bangli ini.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved