Berita Jembrana

Rabies Melonjak 3 Kali Lipat Jadi Pukulan Berat untuk Jembrana, Vaksinasi Massal Dimulai Tahun Ini

Kasus anjing rabies di Jembrana tahun 2022 lalu tercatat sangat tinggi, yakni sebanyak 201 kasus. Hal ini menjadi pukulan besar untuk Jembrana.

Istimewa
Suasana saat petugas melakukan vaksinasi rabies di wilayah Kecamatan Mendoyo, Jembrana, belum lama ini - Rabies melonjak 3 kali lipat jadi pukulan berat untuk Jembrana, vaksinasi massal dimulai tahun ini 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Kasus anjing rabies di Jembrana tahun 2022 lalu tercatat sangat tinggi, yakni sebanyak 201 kasus.

Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana berupaya untuk menekan angka kasus rabies dengan berbagai cara.

Salah satunya adalah dengan melakukan vaksinasi massal terutama di wilayah zona merah rabies.


Menurut data yang diperoleh, kasus positif rabies kurun waktu tiga tahun terakhir naik cukup signifikan.

Baca juga: Bali Sudah Masuk Kategori KLB, 22 Orang Meninggal Rabies

Pada 2020 di Jembrana hanya ditemukan 5 kasus saja, di tahun 2021 lalu melonjak jauh menjadi 66 kasus, dan di 2022 ini sudah mencapai 201 kasus positif  rabies.

Kasus tertinggi di 2022 terjadi pada bulan April, Mei dan Juni. Dan bulan Desember hanya baru ditemukan beberapa kasus saja. 


Kepala Bidang Kesehatan Hewan-Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Widarsa menyebutkan, pihaknya tak ingin lagi mengalami lonjakan kasus rabies yang begitu tinggi seperti 2022 lalu.

Baca juga: Enggan Divaksin, Ketut S Warga Banjar Uma Anyar, Kabupaten Bangli, Bali Meninggal Suspek Rabies

Dia memaklumi kondisi refocusing anggaran saat pandemi dan hantaman virus PMK di Bali menjadi kendala penanganan rabies saat itu. 


Namun, kata dia, tahun 2023 ini pihaknya berupaya melakukan pencegahan dengan pelaksnan vaksinasi massal di seluruh wilayah, terutama zona merah.

Total, ada 12.450 dosis vaksin rabies sisa pengadaan pusat tahun lalu yang tersedia saat ini. 

Baca juga: Belum KLB meski 13 Meninggal Rabies, Covid Membuat Pencegahan Rabies Dianaktirikan di Buleleng


"Nanti sisa vaksin dari tahun lalu akan ditambah lagi dengan pengadaan di APBD Induk 2023 sebanyak 12.000 dosis," kata Widastra saat dihubungi, Senin 9 Januari 2023. 


Dia melanjutkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan vaskinasi emergency atau bersifat kedaruratan.

Ketika ad kasus gigitan dn anjing positif rabies, pihaknya akan menerjunkan personel untuk lakukan vaksinasi dan tracking hewan penular rabies (HPR) di sekitaran TKP gigitan.

Baca juga: Anjing Positif Rabies Serang Anak di Gilimanuk, Petugas Gelar Vaksinasi Emergency


"Sekarang masih campur, masih emergency dan massal," ungkapnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved