Berita Buleleng

Kasus Kecelakaan di Desa Pancasari Dipastikan Tidak Dapat Diselesaikan Dengan Restorative Justice

Dari hasil penyelidikan dan olah TKP, ditemukan kelalaian yang dilakukan oleh sopir bus, Nyoman Putrawan.

Ratu Ayu/Tribun Bali
AKP Sumarjaya menegaskan kasus kecelakaan di jalur Denpasar-Singaraja, tidak dapat diselesaikan dengan restorative justice. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kasus kecelakaan, hingga menewaskan tiga orang penumpang di jalur Singaraja-Denpasar.

Tepatnya di Banjar Dinas Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, pada akhir Desember 2022 lalu dipastikan akan terus bergulir.

Polisi memastikan kasus ini tidak dapat diselesaikan dengan restorative justice.

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya, dikonfirmasi Senin (16/1/2023) mengatakan, hingga saat ini sopir bus DK 7261 VN bernama Nyoman Putrawan (50), belum dilakukan penahanan, meski telah ditetapkan sebagai tersangka sejak awal Januari kemarin. Sebab penyidik masih harus melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi-saksi.

"Saat ini saksi yang diperiksa sudah lebih dari tiga orang.

Diantaranya Hamdan, sopir truk hino, dan beberapa penumpang yang berhasil selamat.

Setelah pemeriksaan saksi selesai, penyidik dalam waktu dekat akan memeriksa tersangka.

Nanti saat pemeriksaan itu, penyidik akan mempertimbangkan apakah tersangka akan ditahan atau seperti apa," terang AKP Sumarjaya.

Bus angkutan umum DK 7261 VN terlibat kecelakaan di Jalur Singaraja-Denpasar, Banjar Dinas Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Selasa (27/12). Satu penumpang tewas.
Bus angkutan umum DK 7261 VN terlibat kecelakaan di Jalur Singaraja-Denpasar, Banjar Dinas Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Selasa (27/12).  (Istimewa)

Ditambahkan AKP Sumarjaya, kasus kecelakaan ini memang tidak dilaporkan oleh para korban.

Namun demikian, mengingat kasus kecelakaan ini menyebabkan tiga orang penumpang meninggal dunia. 

Maka sang sopir bus pun, harus dijerat hukum akibat kelalaiannya.

Bahkan, AKP Sumarjaya menegaskan kasus kecelakaan ini tidak dapat diselesaikan dengan restorative justice.

"Tidak bisa restorative justice, karena ada penumpang yang meninggal dunia.

Tidak harus menunggu delik aduan juga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved