Berita Bangli

Perumda Tirta Danu Arta Akan Bangun Sumur Bor di Kintamani Utara

Perumda Tirta Danu Arta (PDAM) Bangli, kini tengah berupaya merancang peningkatan debit air di wilayah pelayanan Kintamani.

Pixabay
Ilustrasi air - Perumda Tirta Danu Arta (PDAM) Bangli, kini tengah berupaya merancang peningkatan debit air di wilayah pelayanan Kintamani. Rencananya pihak Perumda Tirta Danu Arta akan membangun sumur bor yang berlokasi di wilayah Kintamani Utara. Direktur Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli, Dewa Gede Ratno Suparso Mesi mengatakan, alasan penambahan debit air di wilayah Kintamani. Lantaran selama ini, pelayanan di wilayah tersebut hanya mengandalkan sumber mata air Pebini, yang berlokasi di Desa Catur. Disamping itu, penambahan debit air juga sebagai salah satu upaya dari PDAM Bangli, untuk mengantisipasi kekeringan jelang musim kemarau. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Perumda Tirta Danu Arta (PDAM) Bangli, kini tengah berupaya merancang peningkatan debit air di wilayah pelayanan Kintamani.

Rencananya pihak Perumda Tirta Danu Arta akan membangun sumur bor yang berlokasi di wilayah Kintamani Utara.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli, Dewa Gede Ratno Suparso Mesi mengatakan, alasan penambahan debit air di wilayah Kintamani.

Lantaran selama ini, pelayanan di wilayah tersebut hanya mengandalkan sumber mata air Pebini, yang berlokasi di Desa Catur.

Disamping itu, penambahan debit air juga sebagai salah satu upaya dari PDAM Bangli, untuk mengantisipasi kekeringan jelang musim kemarau.

Baca juga: Usut Dugaan Korupsi SPI Mandiri Unud, Diperiksa 8,5 Jam Prof Antara Dicecar 86 Pertanyaan

Baca juga: Terjebak Banjir, 12 Pamedek Dievakuasi Dari Pura Goa Raja Besakih Bali

Direktur Perumda Tirta Danu Arta, Dewa Gede Ratno Suparso Mesi.
Direktur Perumda Tirta Danu Arta, Dewa Gede Ratno Suparso Mesi. (Mer)

Lanjut Direktur yang akrab disapa Dewa Rono ini, di Kecamatan Kintamani tercatat ada 4.000 pelanggan PDAM.

Sedangkan debit air di sumber mata air Pebini tergolong fluktuatif. Yakni dikisaran 38 hingga 42 liter per detik.

"Dengan rata-rata debit air 40 liter per detik, untuk 4.000 pelanggan, tentunya pelayanan belum maksimal. Sehingga pelayanan di Kintamani masih menggunakan sistem bergilir. Karenanya untuk meningkatkan produksi, salah satu jalan kami berencana bangun sumur bor," imbuhnya Kamis (6/4/2023).

Lanjutnya lagi, dipilihnya lokasi sumur bor di wilayah Kintamani Utara karena melihat lokasi dari bak reservoir yang digunakan saat ini.

Sehingga dalam mengalirkan air menuju bak reservoir, bisa gunakan gaya gravitasi, yang tentunya lebih menghemat anggaran.

"Sumur bor yang dibangun memilki kapasitas air 20 liter per detik. Dan saat ini sedang proses pemenuhan kelengkapan pengurusan ijin," ucapnya.

Dengan tambahan debit air 20 liter per detik, kata Dewa Rono meyakinkan tidak hanya mampu meningkatkan pelayanan namun juga mampu memperluas cakupan wilayah layanan.

Terlebih mengingat jumlah pelanggan di wilayah Kintamani belum mencakup 50 persen dari total desa yang ada.

"Dari 48 desa yang ada, pelanggan kami baru di 12 desa. Tentunya dengan adanya penambahan debit air, maka cakupan pelayanan yang kami berikan diharapkan bisa semakin luas," tandasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved