Berita Klungkung

Dewan Minta Pemkab Klungkung Upayakan Realisasi Rumah Deret Sesuai Usulan Awal

Sebanyak 36 warga miskin di Klungkung, sudah mulai berkemas untuk menempati bangunan rumah deret yang merupakan bantuan dari Kementerian Sosial

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Anggota DPRD Klungkung I Nengah Mudiana merespons terkait rumah deret di Klungkung. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Sebanyak 36 warga miskin di Klungkung, sudah mulai berkemas untuk menempati bangunan rumah deret yang merupakan bantuan dari Kementerian Sosial di Desa Sulang, Kecamatan Dawan.

Ada beberapa permasalahan yang harus dilengkapi di perumahan deret tersebut, mulai dari pemerdayaan, hingga masalah pengolahan sampah.


Hal ini juga mendapat sorotan dari anggota DPRD Klungkung I Nengah Mudiana.

Baca juga: Kaur Keuangan Ditetapkan Tersangka Korupsi Uang APBDes Tusan Klungkung, Dipakai Main Judi Slot

Ia sangat mengapresiasi upaya Pemkab Klungkung bisa menjembatani impian warga miskin yang masuk DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial), untuk dapat tinggal di rumah yang layak.

Terlebih program rumah deret dari Kemensos ini merupakan satu-satunya di Bali.


"Namun perlu mendapat perhatian juga, karena awalnya Pemkab mengusulkan 65 KK miskin untuk dapat rumah deret ini. Tapi terealisasi baru 36 KK. Sisanya ini harus tetap diupayakan ke depannya," ujar Nengah Mudiana, Minggu (29/10/2023).

Baca juga: Supadmi Gembira Dapat Rumah Gratis, Mensos Resmikan Bantuan Rumah Deret di Klungkung


Hal ini menurutnya perlu dikomunikasikan lagi dengan Kementerian Sosial.

Bahkan ke depannya jika memungkinkan, rumah deret ini dibangun secara bertahap oleh pemerintah kabupaten.

Sehingga nanti total rumah deret yang dibangun bisa sesuai dengan usulan awal.

Baca juga: Belum Ada Rekomendasi Komisi ASN, Pengumuman Penilaian Akhir Seleksi Kadis di Klungkung Dicabut


"Ini tentu agar rumah deret ini sesuai usulan awal, sehingga tidak ada polemik," ungkap dia.


Selain itu, dengan adanya rumah deret yang ditempati puluhan KK ini, akan berdampak pada masalah sanitasi dan lingkungan.

Sehingga nantinya harus ada solusi dari Pemda Klungkung, terkait dengan pengelolaan sampah di rumah deret.

Baca juga: Gitar Hilang di Kamar Kost, Dua Pemuda di Klungkung Lapor Polisi!


"Jadi nanti masalah sampah harus juga dipikirkan. Misal disediakan mobil yang setiap saat angkut sampah dari rumah deret, untuk dikelola di TPS3R atau TOSS," ungkap dia.


Serta konsep pemerdayaan harus segera diberikan kepada warga yang tinggal di rumah deret.

Ada beberapa konsep pemerdayaan yang sudah disarankan menteri sosial, mulai dari berjualan canang, ternak ayam petelur hingga beternak babi.

Baca juga: Warung dan Toko Kehabisan Stok Air Minum di Nusa Penida Klungkung Bali


"Pemda harus kawal pemerdayaan ini. Harus berkelanjutan, sehingga masyarakat yang tinggal di rumah deret tidak sebatas menempati rumah gratis. Tapi juga harus ada pemerdayaan mereka, untuk lepas dari garis kemiskinan," tegas Mudiana.


Bantuan rumah deret di Desa Sulang diresmikan langsung oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini bersama Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra, Senin (23/10/2023).


Tri Rismaharini mengatakan, nantinya warga miskin tidak hanya menempati rumah layak huni. Namun juga akan diberikan bantuan pemerdayaan, yang bisa memberikan pemasukan bagi warga miskin tersebut setiap harinya.


"Jadi konsep bantuan rumah deret ini tidak hanya meberikan warga miskin rumah yang layak huni. Tapi juga pemerdayaan yang bisa mendatangkan penghasilan ke mereka," ungkap Tri Rismaharini.


Mantan Walikota Surabaya itu lalu sempat berdiskusi dengan penerima rumah deret.

Ia menawarkan berbagai konsep pemerdayaan untuk warga tersebut, mulai dari berdagang canang, beternak babi, hingga beternak ayam petelur.


"Jadi dengan pemerdayaan ini, warga yang tinggal di rumah deret ini bisa memiliki ketrampilan untuk usaha," ungkap Tri Rismaharini.


Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan, ide pembuatan rumah deret ini bermula dari program bedah desa yang ia lakukan.

Di beberapa desa di Kecamatan Dawan, ia melihat warga miskin yang bahkan sama sekali tidak memiliki lahan untuk tempat tinggal.

Dengan fakta itu, pihaknya lalu memohon bantuan rumah deret ke Kementerian Sosial. Serta memohonkan lahan Pemprov Bali di Desa Sulang untuk dibangun rumah deret.


"Jangan terlena dan manja setelah mendapat bantuan ini. Namun harus punya semangat untuk keluar dari garis kemiskinan," ungkap Suwirta. 


Program rumah deret di Desa Sulang, dibangun di lahan seluas 22.470 m⊃2;. Bantuan ini diprioritaskan untuk KK miskin yang termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Total ada 36 unit rumah yang akan dibangun dengan anggaran Rp3.060.000.000 yang bersumber dari Kementerian Sosial. (*)

 

 

Berita lainnya di Rumah Deret

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved