TKI Asal Bali Meninggal di Jepang

Keluarga di Jembrana Ungkap Riwayat Penyakit TKI Ida Bagus Subali yang Meninggal di Jepang

Keluarga di Jembrana Ungkap Riwayat Penyakit TKI Ida Bagus Subali yang Meninggal di Jepang

Istimewa
Ida Bagus Subali, TKI Asal Bali yang Meninggal di Jepang 

 


TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Kabar meninggalnya TKI asal Jembrana, Ida Bagus Subali telah diterima pihak keluarga.

TKI asal Jembrana itu meninggal pada Senin 22 Januari 2024 pukul 11 siang waktu Jepang.

Pihak keluarga di Jembrana, Ida Bagus Ketut Susena mengaku sedang berupaya mengurus pemulangan jenazah dari Jepang ke Bali dengan bersurat ke Menteri Luar Negeri RI (Menlu). 

Baca juga: BREAKING NEWS: WNA Turki Ditembak di Vila Palm Mengwi Badung, Lima Peluru Tembusi Tubuh

Terkait riwayat penyakit TKI asal Jembrana itu, Ida Bagus Ketut Susena mengungkapkan yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit gula alias diabetes.

Dalam surat resmi yang disampaikan, IB Susena menjabarkan secara rinci terkait identitas yang bersangkutan dan sudah menjadi TKI di Jepang sejak tahun 2020 lalu.

Ida Bagus Subali kemudian meninggal dunia karena sakit pada Senin 22 Januari 2024 pukul 11 siang waktu setempat.

Baca juga: Lagi Adu Jotos di Jalanan Bali Viral, Wayan Agus dan Yoyok Budiarto Bikin Diamankan Polsek Mengwi

"Atas kesepakatan keluarga dan sebagai tradisi kami orang Hindu Bali, maka kami sangat ingin agar jenasah belau dipulangkan dengan bantuan KBRI dan Kementerian Luar Negeri. Karena kami akan lakukan ritual sesuai dengan adat budaya kami di Bali," katanya sesuai isi surat resmi yang dikirim ke Menteri luar Negeri RI tersebut, Selasa 23 Januari 2024. 

Dia berharap, Menlu bisa membantu sepenuhnya pemulangan jenazah sampai tiga di Bali.

"Kami harap dibantu sepenuhnya," harapnya.

Seperti diketahui, saat ini, jenazah tengah dititipkan di salah satu rumah sakit yang berada di Tokyo Jepang.

Ketua Umum Puskor Hindunesia, Ida Bagus Ketut Susena mengatakan semeton Bali yang berpulang tersebut masih kerabatnya.

"Beliau misan (sepupu) saya. Dan kami dari Puskor Hindunesia bersama elemen lainnya tengah berupaya memulangkan jenazah beliau," katanya saat dihubungi Selasa, 23 Januari 2023.

Pihaknya mengaku telah bersurat ke Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tokyo, juga ditembuskan ke Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali.

Dalam proses pemulangan ini Puskor Hindunesia juga bekerjasama dengan krama banjar di Tokyo, hingga asosiasi warga Bali yang ada di Jepang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved