Mahasiswa STIP Tewas

Sorotan Kasus Mahasiswa Asal Klungkung Bali Tewas di STIP, Putu Rustika Diduga Dianiaya Senior

Putu Satria Ananta Rustika (19), mahasiswa asal Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung tewas di kampusnya Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ady Sucipto
ISTIMEWA
Putu Satria Ananta Rustika, mahasiswa STIP Jakarta asal Klungkung Bali meninggal dunia. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA- Putu Satria Ananta Rustika (19), mahasiswa asal Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung tewas di kampusnya Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Cilincing Jakarta, Jumat (3/5) sore.

Diduga Putu Satria meninggal dunia karena menjadi korban penganiayaan.

Dikutip dari tribunnews.com, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan membenarkan informasi adanya mahasiswa meninggal dunia di STIP.

Baca juga: TEWAS Mahasiswa STIP Jakarta Asal Klungkung Bali, Dugaan Dianiaya Senior, Simak Beritanya!

Diduga mahasiswa itu meninggal karena dianiaya seniornya.

"Jadi awalnya, kami Polres Metro Jakarta Utara menerima LP (laporan) meninggalnya seseorang berinisial P.

Pada waktu kondisi meninggal ini ada di RS Tarumajaya. Yang bersangkutan adalah salah satu siswa tingkat 1 di STIP," kata Gidion kepada wartawan, Jumat (3/5).

Ia menambahkan, meninggalnya mahasiswa tingkat 1 itu, akibat kekerasan yang dilakukan oknum seniornya tingkat 2.

"Kami masih mendalami secara utuh bagaimana rangkaian peristiwanya," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian itu terjadi di toilet lantai II STIP Jakarta Utara.

Awalnya korban (Putu Satria Ananta Rustika) dan teman-temannya yang masih tingkat I dipanggil oleh senior di tingkat II.

Seniornya yang berinisial T asal Bekasi, sempat menanyakan siapa yang meminta korban dan rekan-rekanya memakai pakaian olahraga ke gedung pendidikan lantai 3.

Korban dan rekan-rekannya kemudian diminta berbaris berjejer.

Kemudian T memukul ulu hati korban dengan tangan mengepal sebanyak 5 kali. Hal itu membuat korban terkapar.

"Ada dugaan akibat kekerasan yang dilakukan oleh oknum seniornya tingkat 2 dalam kegiatan tadi pagi yang dilakukan oleh senior-seniornya terhadap korban, tetapi kami masih mendalami secara utuh bagaimana rangkaian peristiwa," kata Gidion di lokasi, Jumat malam.

Baca juga: MIRIS, Mahasiswa STIP Jakarta Asal Bali Meninggal Dunia, Diduga Aksi Bullying Kakak Tingkat

Gidion mengatakan, kasus dugaan perpeloncoan maut ini awalnya diketahui setelah ada laporan bahwa korban dilarikan ke RS Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved