Tragedi di Jembatan Bangkung

Tragedi Ulah Pati Jembatan Bangkung Masih Membekas, PJ Gubernur Himbau Dinsos Fasilitasi Panti Anak

Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya menyoroti kasus bunuh diri yang dilakukan kakak beradik di Jembatan Plaga, Petang, Badung, Minggu (26/5).

istimewa
Selamat Jalan Ketut Sutama dan Putu Yasa, 2 Jenazah Berpelukan di Jembatan Bangkung Badung 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASARPj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya menyoroti kasus bunuh diri yang dilakukan kakak beradik di Jembatan Plaga, Petang, Badung, Minggu (26/5) sore.

Sang Mahendra merasa prihatin dengan adanya kejadian pilu tersebut dan meminta Dinas Sosial untuk memfasilitasi anak-anak yatim piatu yang tak terawat ke panti anak.

“Dumogi Sang Palatara Amor ing Acintya. Saya sangat prihatin sampai terjadi peristiwa tersebut. Melalui Kadis Sosial saya sudah arahkan apabila anak-anak Yatim Piatu tidak dirawat keluarganya dengan baik agar anak-anak tersebut difasilitasi di Panti Anak untuk memastikan masa depan,” kata Sang Mahendra, Senin (27/5).

Ketika ditanya apakah program Ngerombo nantinya juga akan melirik anak yatim piatu di Bali, Sang Mahendra berharap melalui Ngerombo berbagai persoalan pembangunan, termasuk sosial, ekonomi dan budaya dapat terindentifikasi, dipetakan dan diselesaikan bersama-sama.

Baca juga: NEKAT Akhiri Hidup Terjun di Jembatan Bangkung, Pj Gubernur Bali Prihatin Minta Dinsos Fasilitasi

“Tentu, termasuk juga bagaimana kita bersama-sama membantu anak-anak dan masyarakat, yang sedang menghadapi persoalan dalam kehidupannya agar dapat dimudahkan keluar dari persoalan tersebut,” imbuhnya.

Kepala Dinas Sosial P3A Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi terkait biaya untuk upacara kematian kakak beradik ini.

Jumlah Panti Asuhan di Bali milik swasta 82 panti, sedangkan milik Pemprov Bali 1 panti sehingga total panti asuhan di Bali 83 panti.

Mengikuti arahan PJ Gubernur, anak-anak yatim piatu yang telantar dapat diasuh di Panti Asuhan milik Pemprov Bali.

“Jika keluarga izinkan dan anak mau, kita mau asuh di panti anak kita. Terutama yang masih sekolah,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, pria muda ditemukan tewas di Jembatan Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Minggu (25/5).

Mirisnya, pemuda itu diduga bunuh diri bersama adiknya yang diperkirakan berusia 5 tahun dengan lompat dari atas jembatan. Sontak warga Desa Pelaga gempar melihat tragedi itu.

Bahkan sejumlah warga yang melintas di jalan Raya Tukad Bangkung juga ikut berhenti melihat ke bawah jembatan. Kejadian bunuh diri itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.45 Wita.

Dari informasi yang digali di Polsek Petang, ternyata memang benar ada pemuda yang diduga bersama adiknya melakukan bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan.

Sampai Minggu malam masih dilakukan evakuasi. "Iya tadi sore diduga ada yang bunuh diri dengan terjun dari jembatan bersama adiknya. Karena jasad yang ditemukan dua orang laki-laki," ujar seorang polisi.

Baca juga: KASUS Ulah Pati Jembatan Bangkung, Kakak Korban Disebut Akan Diadopsi Anak Kandung Giri Prasta

Pihaknya mengaku evakuasi juga cukup sulit dan memakan waktu. Pasalnya untuk turun ke bawah jembatan membutuhkan waktu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved