Berita Denpasar

Gudang Elpiji Denpasar yang Terbakar Pernah Digerebek, Kok Masih Beroperasi? Ini Penjelasan Polisi

Gudang Elpiji Denpasar yang Terbakar Pernah Digerebek, Kok Masih Beroperasi? Ini Penjelasan Polisi

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan. 

“Kemudian yang kedua kurang lebih pagi tanggal 10 Juni di ICU kemudian yang ketiga baru tadi (11 Juni 2024) dini hari.

Jadi, yang menyebabkan meninggal adalah karena kondisi yang cukup berat dari luka bakarnya.

Kalau kami di ICU kalau lebih dari 70 persen itu dihitung dari suhu tubuhnya itu sudah kemungkinan berat dari paru-paru dan jantungnya,” jelasnya pada saat ditemui di RSUP Prof Ngoerah, Selasa 11 Juni 2024. 

RSUP Prof Ngoerah Denpasar berkapasitas 15 bed untuk luka bakar. Perluasan dan memobilisasi SDM dan juga alat-alat kesehatan juga telah dilakukan untuk memastikan perawatan pasien yang optimal.

Jadi, hasil akhir perawatan tergantung derajat penyakit dan juga perawatannya. 

Sementara itu, Dokter Bedah Plastik dan penanggung jawab pasien dr I Gusti Putu Hendra Sanjaya SpBP.RE mengatakan untuk luas luka bakar 16 pasien tersebut yang paling rendah 30 persen dan diatas 90 persen.

Maka dari itu semua pasien dalam kondisi kritis.

“Dengan kondisi yang perlu alat bantu ini kan kondisi secara keseluruhan tentunya akan kami pantau setiap hari.

Jadi proses ini kami harapkan dengan sekarang sudah perbaikan kondisi secara umum baik itu dari luar badan maupun cairan,” kata, dr. Hendra. 

Apabila nanti kondisi korban kebakaran pelan-pelan mulai ada harapan atau perbaikan dari luka bakar yang lebih rendah maka akan dilakukan tindakan di kamar operasi untuk perbaikan daripada lukanya.

Rata-rata luka bakar pasien di wajah, tangan, dada dan kaki.

Luka bakar di wajah akan mengganggu proses pernapasan sehingga pasien perlu bantuan alat nafas.

“Kulit kalau terkena panas rusak kalau ini semua dari hidung sampai ke jalan nafas kalau itu terganggu sama seperti terjepit oleh karena itu dokter memastikan agar jalan nafasnya tetap terbuka,” imbuhnya. 

Sementara itu, Ka. Instalasi Rawat Insentif dr I Putu Kurniyanta SpAn KAP mengatakan kondisi paru-paru pasien masih belum bagus karena terkait adanya proses inflamasi atau radang akibat uap panas yang masuk melalui hidung kemudian ikut terbakar juga sampai ke paru-paru dan itu yang menyebabkan pembengkakan jalan nafas bagian atas sampai ke bawah. 

“Itu kami bantu dengan alat bantu nafas sehingga pasien bisa nafas melalui alat bantu nafas sehingga paru-parunya juga terpengaruh.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved