Berita Badung

TAK Kebagian untuk Golkar & Gerindra, Fraksi PDIP Sapu Bersih AKD DPRD di Badung 

Pada rapat paripurna, Kamis (5/9) kemarin, Bima Nata (PDIP) ditetapkan sebagai Ketua Komisi I. Selanjutnya I Made Sada (Demokrat) sebagai Ketua Komisi

ISTIMEWA
Rapat paripurna DPRD Badung, terkait penetapan AKD pada kamis 5 September 2024. 

TRIBUN-BALI.COM - Fraksi PDI Perjuangan menyapu bersih semua Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Badung. Fraksi Golkar dan Gerindra sama sekali tak dapat bagian. Sedangkan Demokrat memilih gabung dengan PDIP.

Dalam Pilkada Badung 2024 ini, Golkar dan Gerindra tergabung dalam koalisi yang menjadi lawan tanding PDIP dan Demokrat yang mengusung pasangan calon I Wayan Adi Arnawa dan I Bagus Alit Sucipta. Sedangkan koalisi yang dibentuk Golkar dan Gerindra mengusung Paslon I Wayan Suyasa dan I Putu Alit Yandinata.

Pada rapat paripurna, Kamis (5/9) kemarin, Bima Nata (PDIP) ditetapkan sebagai Ketua Komisi I. Selanjutnya I Made Sada (Demokrat) sebagai Ketua Komisi II. Kemudian I Made Ponda Wirawan (PDIP) sebagai Ketua Komisi III. Lalu I Nyoman Graha Wicaksana (PDIP) sebagai Ketua Komisi IV.

Baca juga: Ketut Riana: Ini Cukup Berat! Bendesa Adat Berawa Dituntut 6 Tahun Penjara Kasus Pungli

Baca juga: LOWONGAN Badung, Buka 6.870 Formasi PPPK! Giri Prasta Minta Calon Pelamar Persiapkan Diri

 

Sementara untuk Ketua Bapemperda Fraksi PDIP mempercayakan kepada kadernya I Wayan Sugita Putra, dan posisi Ketua Badan Kehormatan (BK) kepada mantan Ketua DPRD Badung dua periode yakni I Putu Parwata.

Untuk pimpinan definitif dewan, PDIP sebagai partai pemenang menunjuk I Gusti Anom Gumanti sebagai Ketua DPRD Badung. Sedangkan untuk para wakil ketua DPRD hanya jatah Golkar yang masih lowong.

Hingga paripurna digelar, Golkar belum menyetor rekomendasi kepada kadernya yang akan mengisi posisi jatah Wakil Ketua I DPRD Badung. Untuk Wakil Ketua II DPRD Badung yang menjadi jatah Gerindra diduduki oleh I Made Wijaya, dan Wakil Ketua III DPRD jatah Demokrat dijabat oleh I Made Sunarta.

Rapat paripurna yang dipimpin I Putu Parwata sebagai ketua sementara DPRD Badung sempat berlangsung alot. Ini karena Fraksi Golkar belum menunjuk anggotanya di susunan AKD. Golkar juga belum menunjuk nama yang akan menduduki kursi Wakil Ketua I DPRD Badung.

Kondisi ini tentu membuat Fraksi PDIP yang mendominasi jumlah kursi untuk mempertegas  dan meminta agar proses pembentukan AKD dan penetapan pimpinan definitif DPRD Badung tetap diproses tanpa menunggu Golkar.  

Sejumlah anggota Fraksi PDIP seperti I Nyoman Satria, I Gusti Anom Gumanti, dan I Wayan Sandra terlihat meminta penetapan AKD tetap diproses. Namun karena alot pimpinan rapat sampai men skor jalannya rapat. “Tidak perlu menunggu, kami minta agar langsung diproses sekarang,” ujar Anom Gumanti saat rapat paripurna DPRD Badung.

Hal senada juga disampaikan Nyoman Satria. Ia menilai, semakin cepat penetapan alat kelengkapan dewan dan pimpinan definitif DPRD Badung, maka akan semakin baik. “Iya, kami minta cepat ditetapkan. Semakin cepat semakin baik,” katanya.

I Putu Parwata yang merupakan ketua sementara DPRD Badung menetapkan pimpinan AKD. Ia mengaku selama 30 hari harus menetapkan pimpinan definitif dan AKD tersebut. 

“Jadi kami komitmen dan konsisten 30 hari semua alat kelengkapan dewan sudah selesai terbentuk. Kami mengusulkan kepada gubernur untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved