Budaya

RESMI! Umat Hindu Hendak Masuk Alas Purwo Alasan Ibadah Tidak Kena Tiket Masuk Pengunjung!

Ketentuan tersebut, lanjut Agus, dapat dilakukan setelah umat Hindu yang akan beribadah mendapat Surat Ijin Masuk Kawasan Konservai (SIMAKSI). 

ISTIMEWA
Balai Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) mengeluarkan kebijakan baru, terkait kunjungan untuk tujuan ibadah (religi) di kawasan tersebut.  Umat Hindu yang akan melakukan kegiatan ibadah, di Pura Luhur Giri Salaka yang berada di kawasan TN Alas Purwo tidak dikenakan biaya tiket masuk pengunjung (Tarif Rp 0).  

Untuk wisatawan mancanegara (wisman) mulai Rp 200 ribu per orang setiap hari. Sementara tiket masuk kendaraan di seluruh pintu untuk roda dua Rp 5.000, roda empat Rp 10 ribu, dan roda enam atau lebih Rp 50 ribu.

Nyoman Parta mengatakan, kebijakan berbanding terbalik dengan umat saat datang ke Bedugul, Kintamani dan ke kawasan Hutan Konservasi bahkan ke Taman Nasional Bali Barat yakni di Pura Segara Rupek. Kalau sembahyang, umat tidak dikenakan karcis.

“Menurut saya ikuti yang di Bedugul, tidak boleh umat beribadah dipungut biaya, kalau parkir silahkan kenakan biaya. Sama juga orang beribadah ke Masjid, Gereja dan Klenteng jangan dikenakan biaya,” kata Parta.

Kepala Balai Taman Wisata Alas Purwo, Agus Setyabudi menjelaskan, peraturan pemerintah harus dijalankan, sedangkan aturan turunannya masih dalam proses penyusunan. Sementara ini masih menggunakan Permenhut sebelumnya, maka Balai Taman Wisata Alas Purwo melakukan pengaturan di loket.

“Bagi yang berkenan membayar sesuai ketentuan, kami berterima kasih, bagi yang terlalu berat dan tidak dapat membayar penuh juga tetap kami persilakan masuk. Jika ada saran dan masukan, kami sangat berterima kasih, sehingga kami yang di lapangan bisa melayani dan menjaga semua dalam kondisi aman dan kondusif,” ucap Agus.

Agus mengatakan, hal ini menjadi catatan dan akan diusulkan dalam penyusunan Permenhut yang akan mengatur karcis masuk nol rupiah. “Akan menjadi perhatian kami, sambil menunggu Permenhut tersebut, kami akan lebih menyesuaikan di lapangan, khususnya dalam melayani pengunjung yang akan beribadah di Pura Giri Salaka,” papar dia. (sar)

 

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved