Penebasan di Buleleng

Nyawa Made Artika Melayang di Tangan Kakak Kandung Gegara Rumput, Rekonstruksi Penebasan di Buleleng

Reka ulang adegan (rekonstruksi) kasus penebasan yang melibatkan kakak-beradik di Banjar Tegeha, Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali

Istimewa
Gede Sardina tunjukkan reka ulang adegan saat melakukan penebasan terhadap adiknya, Kamis 5 Desember 2024. 

Lebih lanjut disampaikan, tujuan dilakukan rekonstruksi ini adalah untuk melengkapi pemberkasan, sekaligus memastikan kronologis kejadian sebenarnya seperti apa.

Diakui dalam rekonstruksi itu tidak ada ditemukan hal baru.

"Sementara tidak ada (temuan baru). Semua yang diterangkan pelaku termasuk saksi-saksi, semua sudah sesuai dengan rekonstruksi," ujarnya. 

Pasca digelar rekonstruksi, Ipda Wijana mengatakan tahapan selanjutnya tinggal pemberkasan.

Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng untuk petunjuk lebih lanjut.

"Mengenai pasal yang disangkakan yakni Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan subsidair pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian," tandasnya. 

Untuk diketahui, peristiwa penebasan yang dilakukan Gede Sardina kepada Made Artika, terjadi pada Sabtu (2/11/2024) sekitar pukul 14.30 wita. 

Berawal saat Made Artika yang sedang tidur di rumahnya, tiba-tiba didatangi Gede Sardina yang dalam keadaan marah dan membawa sebilah sabit di tangan kanannya. 

Gede Sardina sempat bertanya kenapa rumput di kebun disemprot pestisida. Oleh Made Artika dijawab karena ia ingin menanam pohon durian. 

Gede Sardina yang sudah telanjur geram dan dalam pengaruh alkohol, sontak mengayunkan sabit ke arah Made Artika yang tidak lain adalah adik kandungnya sendiri. 

Di sisi lain, Made Artika sempat menghalangi penyerangan yang dilakukan sang kakak menggunakan selimut.

Namun Gede Sardina terus menyerang dengan membabi buta.

Alhasil perut bagian bawah, dada sebelah kiri dan jari tangan kiri pria 51 tahun itu kena tebasan sabit.

Peristiwa itu segera dilaporkan ke Polsek Kubutambahan, sedangkan Made Artika dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis.

Namun setelah lima hari dirawat, Made Artika akhirnya menghembuskan napas terakhirnya. (*)

 

Berita lainnya di Penebasan di Buleleng

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved