Berita Jembrana

SELAMAT JALAN Ketut, Tewas Tinggalkan Istri dan Balita di Jembrana, Video Call Sebelum Meninggal

SELAMAT JALAN Ketut, Tewas Tinggalkan Istri dan Balita di Jembrana, Video Call Sebelum Meninggal

Pixabay
Ilustrasi mayat 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Kepergian I Ketut Ardika Yasa (26) meninggalkan duka mendalam bagi keluarga di Jembrana.

Almarhum yang merupakan anak bungsu dari empat bersaudara ini ternyata sudah tiga kali berangkat berlayar di kapal pesiar atau sekitar sejak 2021 lalu.

Ia dikenal sebagai salah satu tulang punggung keluarga.

Kepala Bidang Penempatan Pelatihan Produktivitas dan Transmigrasi (P3T) Disnakerperin Jembrana, Putu Agus Arimbawa membernarkan.

Ia menyebutkan, hasil koordinasi dengan pihak keluarga almarhum telah berangkat berlayar ke kapal pesiar sejak tahun 2021 lalu.

Sehingga saat ini sudah berlayar ketiga kalinya.

Selama ini, Ketut Ardika Yasa ini memang dikenal orang baik serta sehat walafiat.

Namun, saat berlayar ia justru terindikasi terkena serangan jantung dan meninggal dunia.

"Almarhum sudah berkeluarga dan sudah memiliki satu orang buah hati yang usianya masih balita sekitar 4-5 bulanan. Bulan kemarin (November) baru menjalani upacara nyambutin (ritual tiga bulanan)," kata Agus saat dikonfirmasi.

Dia melanjutkan, sehari sebelum meninggal dunia, PMI asal Banjar Sarikuning, Desa Tukadaya Jembrana ini sempat berkomunikasi via telepon video atau video call dengan istrinya.

Ia berkomunikasi seperti biasanya dan tak disangka pagi hari kemudian (setelah telepon) Ketut Ardika Yasa meninggal dunia.

"Malam hari sebelum meninggal dunia, almarhum sempat telponan dengan istrinya. Tapi ternyata besok pagi harinya meninggal dunia," kenangnya. 


Untuk diketahui, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana dikabarkan meninggal dunia di Kapal Pesiar 23 November 2024 lalu.  Adalah I Ketut Andika Yasa (26) yang menghembuskan nafas terakhir karena sakit. Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pemulangan. Almarhum dijadwalkan tiba di Bali Jumat 20 Desember 2024 besok. 


Kepala Bidang Penempatan Pelatihan Produktivitas dan Transmigrasi, Putu Agus Arimbawa menuturkan, PMI asal Banjar Sari kuning, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya tersebut disebutkan meninggal dunia karena indikasi jantung. Ia meninggal dunia saat berlayar pada akhir November lalu.


Atas hal tersebut, pihak pemerintah lantas berkoordinasi dengan pihak terkait seperti agency mengenai pemulangan jenazah dari Miami, USA. Termasuk berkoordinasi dengan keluarga korban di Banjar Sari Kuning.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved