Berita Bali
KOSTER Bakal Gaskan Lagi Bus TMD, Usai Tarik Ulur Pusat & Bali Biaya Operasional, Warga Masih Cinta
Bus Trans Metro Dewata (TMD) berhenti operasi di Bali per 1 Januari 2025. Terkait hal tersebut, untuk memenuhi kekosongan layanan pemerintah telah men
TRIBUN-BALI.COM – Bus Trans Metro Dewata (TMD) resmi berhenti operasional per 1 Januari 2025. Sebanyak 105 bus TMD tampak parkir di Terminal Ubung Denpasar, Kamis (2/1).
Sejumlah elemen yang menginginkan bus TMD kembali beroperasi menggelar Gerakan Sosial Kembalikan Operasional Layanan TMD di Bali di Terminal Ubung, kemarin.
Dalam aksi tersebut dihadiri sejumlah elemen, dari Organda, perwakilan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bali, peneliti transportasi publik, pengguna, hingga staf TMD.
Mereka meminta agar TMD kembali bisa beroperasi karena dirasa sangat membantu.
Selain aksi, juga petisi yang dibuat di situs change.org yang hingga kemarin siang sudah ditandatangani 11.746 orang.
Petisi ini dibuat pengguna TMD, Dyah Rooslina yang telah memanfaatkan bus ini sejak 2022 lalu. Ia membuat petisi ini pada 29 Desember 2024 saat mengetahui informasi dari media jika operasional TMD akan berakhir.
“Tanggal 1 kemarin paling banyak yang mengisi, sampai 6 ribu orang. Karena mereka banyak yang kecewa tiba-tiba saja berhenti operasionalnya,” ujarnya.
Baca juga: SEDIH TMD Setop Beroperasi, Hendra & Suniartika Ingat Kenangan Saat Naik Bus Trans Metro Dewata
Baca juga: Koster Akan Hidupkan Bus TMD Lagi, Sopir, Pengguna hingga MTI Gelar Aksi di Terminal Ubung

Sementara itu, Gubernur Bali terpilih, Wayan Koster mengatakan telah mendengarkan informasi mengenai berhentinya operasional bus TMD.
Kata Koster, setelah dilantik pihaknya akan mencoba menghidupkan TMD kembali. Koster akan dilantik sebagai Gubernur Bali terpilih 2025-2030 pada 7 Februari 2025. “Kemungkinan ada kendala pada anggaran sehingga tidak dilanjutkan oleh Kementerian Perhubungan,” kata Koster, Rabu (1/1).
Menurut Koster, sesungguhnya keberadaan sarana transportasi TMD sudah mulai diminati masyarakat. “Masyarakat juga membutuhkan pelayanan transportasi publik untuk mengurangi kendaraan pribadi.
Karena ini tidak berlanjut dari Kementerian, sekarang saya belum menjabat jadi belum bisa mengadakan rapat koordinasi dengan pihak terkait,” jelas Koster.
Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bali, I Made Rai Ridharta menyebutkan, sejak awal beroperasinya TMD hingga kini sudah banyak masyarakat yang ketergantungan dengan transportasi publik ini.
Apalagi saat awal beroperasi, sangat jarang yang menumpang, namun kini sudah mencapai 5.000 orang per hari. Akan tetapi, dengan dihentikannya operasional bus ini, maka semua penumpang yang sudah setia tersebut tercerai berai.
“Sangat berat mengumpulkan mereka kembali, apalagi untuk mengajak menggunakan naik transportasi publik, itu berat,” paparnya Kamis (2/1).
Rai Ridharta berharap agar tak dikenakan biaya penyewaan oleh Pemkot Denpasar. “Kami berharap Pemkot Denpasar ikut memberikan kontribusi dengan kondisi ini dengan tidak mengenakan biaya sewa di Terminal Ubung,” paparnya.
Selain itu, selama ini bus ini beroperasi di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita), maka ia berharap agar 4 Pemda dan Pemprov Bali patungan agar bus ini bisa beroperasi kembali.
UPAYA PHDI Denpasar Ringankan Beban Umat, Gelar Upacara Menek Kelih Hingga Metatah Massal |
![]() |
---|
Gelar Aksi Damai ke Kantor Gubernur, Partai Buruh Exco Bali Tuntut Stop PHK dan Hapus Outsourcing |
![]() |
---|
Kejati Bali Dorong Penanganan Tindak Pidana Korupsi Lewat Mekanisme DPA, Lazim di Luar Negeri |
![]() |
---|
Pemprov Bali Nantikan Pusat Untuk Penentuan Lokasi Tersus LNG |
![]() |
---|
Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Bali Ditutup Hampir Dua Jam, Antrean Kendaraan Mengular |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.