Berita Bali
KOSTER Bakal Gaskan Lagi Bus TMD, Usai Tarik Ulur Pusat & Bali Biaya Operasional, Warga Masih Cinta
Bus Trans Metro Dewata (TMD) berhenti operasi di Bali per 1 Januari 2025. Terkait hal tersebut, untuk memenuhi kekosongan layanan pemerintah telah men
“Anggarannya Rp 80 miliar dibagi 5, atau Badung plus lagi berapa miliar karena PAD (Pendapatan Asli Daerah)-nya besar. Tetapi ini khan harus ada kemauan dulu. Mudah-mudahan antara uang dan kemauan ini bisa Bersatu,” paparnya.
Hal senada tegaskan Akademisi dan peneliti angkutan umum dari Politeknik Negeri Bali, Dr. Putu Hermawati. Ia sangat menyayangkan dihentikannya operasional bus TMD. Apalagi menurutnya, kinerja dari TMD ini selalu menunjukkan perubahan positif setiap tahun. Hermawati mengaku ikut terlibat dalam perencanaan operasional bus ini.
Awalnya ia melihat kinerja bus ini masih di bawah standar. Namun dengan perlahan mulai meningkat, mulai dari waktu tempuh, kecepatan hingga beda waktu antar bus 10 hingga 15 menit. Dari segi penumpang yang awalnya sedikit, dalam 4 tahun sudah mulai terisi 40 persen. “Meskipun standar angkutan 70 persen, namun ini sudah menunjukkan ke arah yang baik,” paparnya.
Bahkan di awal Pemprov Bali sudah memiliki komitmen untuk melanjutkan operasional bus ini. “Tiba-tiba berhenti, sangat disayangkan, selama ini khan jadi sia-sia,” paparnya.

Menurutnya, sangat sulit mengubah masyarakat dari ketergantungan kendaraan pribadi menjadi tergantung pada angkutan umum. Namun sekarang banyak yang sudah mulai tergantung dengan TMD ini.
“Banyak mahasiswa kami termasuk dosen dan pegawai menggunakan koridor 5, karena sudah masuk di Udayana dan Politeknik,” paparnya.
Tidak adanya layanan TMD ini maka akan kembali menggunakan kendaraan pribadi. Sehingga semakin memperparah kemacetan. Apalagi dengan 5.000 penumpang setiap harinya, kini menggunakan kendaraan pribadi, yang pasti menambah volume kendaraan di jalan.
Disabilitas dan Lansia
Disabilitas dan lanjut usia (lansia) mengaku terbantu dengan adanya bus TMD. Selain suasananya nyaman dan fasilitas memadai, juga karena biayanya juga murah. Hal itu, sangat dirasakan seorang disabilitas yang tinggal di Tohpati Denpasar, Jero Puri.
“Saya yang disabilitas netra dilayani dengan baik. Dan ini juga sangat nyaman serta ongkosnya murah, hanya 2 ribu,” paparnya, Kamis (2/1).
Jero Puri menyebut, banyak penyandang disabilitas khususnya netra yang menggunakan bus TMD. Ia sering ke Ubud untuk melayani massage dan ke beberapa kawasan lainnya di Denpasar selalu memanfaatkan bus ini. Bahkan ia sudah naik 5 dari 6 koridor bus ini, hingga ke Mengwi dan Tabanan.
Dirinya juga membandingkan pengeluaran naik TMD dengan naik ojek online. Saat naik ojek online ke Ubud, ia harus membayar ongkos Rp 65 ribu.
“Jadi dengan bus ini sangat murah di ongkos. Saya pakai sejak tahun 2020. Sekarang terpaksa naik ojek online ke Ubud,” paparnya.
Seorang lansia, Budi Kurnia (75) juga merasa nyaman naik bus TMD. Setiap hari, ia naik bus ini pulang pergi (PP) dari Denpasar ke Tabanan bersama anak istrinya. Hal ini dikarenakan dirinya memiliki toko di Tabanan dan ikut mengelolanya. “Saya sangat keberatan kalau ditutup, pagi sore saya pakai bus ini. Saya ada toko di Tabanan. Selain itu, sebulan tiga kali juga saya ke Ubud. Biayanya murah. Saya butuh sekali,” paparnya.
Budi Kurnia mengaku telah menggunakan bus ini sejak masih uji coba alias masih gratis. Dengan dihentikannya operasional TMD, kini ia ke Tabanan naik sepeda motor. “Sekarang terpaksa naik motor. Saya harap dikembalikan lagi,” kata pria yang tinggal di Banjar Buagan, Denpasar ini. (sar/sup)
UPAYA PHDI Denpasar Ringankan Beban Umat, Gelar Upacara Menek Kelih Hingga Metatah Massal |
![]() |
---|
Gelar Aksi Damai ke Kantor Gubernur, Partai Buruh Exco Bali Tuntut Stop PHK dan Hapus Outsourcing |
![]() |
---|
Kejati Bali Dorong Penanganan Tindak Pidana Korupsi Lewat Mekanisme DPA, Lazim di Luar Negeri |
![]() |
---|
Pemprov Bali Nantikan Pusat Untuk Penentuan Lokasi Tersus LNG |
![]() |
---|
Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Bali Ditutup Hampir Dua Jam, Antrean Kendaraan Mengular |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.