Berita Buleleng

Sidak Peningkatan Jalan di Pakisan Bali, Dewan Buleleng Sebut Perlu Evaluasi Pengerjaan Proyek

Dari sidak yang dilakukan, menurut Masdana penyebab molornya pengerjaan proyek ini karena faktor alam. 

Istimewa/ Humas DPRD Buleleng
Sidak - Komisi II DPRD Buleleng saat melakukan sidak Peningkatan jalan di Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Senin 3 Februari 2025. Sidak dilakukan lantaran proyek ini molor dari batas waktu pengerjaan. . Sidak Peningkatan Jalan di Pakisan Bali, Dewan Buleleng Sebut Perlu Evaluasi Pengerjaan Proyek 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Komisi II DPRD Buleleng melakukan sidak proyek peningkatan jalan kabupaten, di ruas jalan Banjar Dinas Tegeha - Banjar Dinas Kelandis, Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Bali, Senin 3 Februari 2025. 

Sidak dilakukan lantaran proyek ini molor dari batas waktu pengerjaan.

Sidak ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Wayan Masdana bersama sejumlah anggota fraksi. 

Masdana menjelaskan, sidak dilakukan untuk melihat secara langsung progres peningkatan jalan ini. 

Baca juga: Tak Ada Pembiaran, DPRD Gianyar Tancap Gas Atasi Masalah LPD Bedulu

Hasilnya pengerjaan tidak sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan sesuai perjanjian.

"Ada sekitar 1,2 kilometer pengerjaan belum rampung. Padahal sesuai perjanjian, proyek ini harus selesai tanggal 31 Desember 2024," katanya.

Dari sidak yang dilakukan, menurut Masdana penyebab molornya pengerjaan proyek ini karena faktor alam. 

Sebab proyek ini baru ditenderkan pada akhir tahun yang notabene musim hujan. Apalagi medan di sekitar cukup berat.

"Memang faktor alam yang sangat dominan. Namun kita tidak bisa menyalahkan hal itu. Mengingat proyek ini sudah berjalan," ucapnya.

Masdana mengaku sudah bicara dengan kontraktor. 

Pihak kontraktor menegaskan tetap bertanggungjawab dan akan menyelesaikan proyek ini pada awal Maret. 

"Kita juga sudah meminta pada kontraktor agar tidak mengurangi kualitas proyek yang ada di sini," imbuhnya.

Di sisi lain, Masdana menilai ke depan perlu adanya evaluasi terhadap pelaksanaan proyek. 

Pihaknya akan menyarankan pengguna anggaran, untuk bisa menggeser kegiatan serupa agar tidak dilaksanakan saat akhir tahun.

"Perlu ada evaluasi agar proyek seperti ini, dengan medan seperti ini, tidak dikeluarkan saat akhir tahun. Karena setiap akhir tahun musim hujan. Kalau medannya tidak seperti ini sih tidak apa-apa," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved