Berita Buleleng

KETUT RIAN Tewas Ulah Pati di Buleleng, Arya Wedakarna Minta Ibu Mantan Pacar Korban Diperiksa

KETUT RIAN Tewas Ulah Pati di Buleleng, Arya Wedakarna Minta Ibu Mantan Pacar Korban Diperiksa

istimewa
ULAH PATI - Jenazah Ketut Rian Panduwinata saat dibawa ke rumah duka pasca berhasil dievakuasi. Pemuda 20 tahun itu ditemukan ulah pati akibat masalah asmara. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kasus ulah pati terjadi di Desa Kayu Putih, Kecamatan Banjar, Buleleng.

Korban ulah pati diketahui bernama Ketut Rian, kasus ulah pati ini viral hingga media sosial.

Diduga ulah pati dilakukan Ketut Rian karena latar belakang masalah asmara.

Baca juga: NYARIS Tewaskan Pasangan Kekasih di Ubud, Tak Main-main Kejahatan Remaja Asal Karangasem ini

Berkembang isu bahwa aksi ulah pati Ketut Rian di Buleleng karena adanya intimidasi seseorang.

Bahkan, setelah kasus ulah pati tersebut mencuat, beredar pula video yang memperlihatkan Ketut Rian sempat meminum racun tikus

Kapolsek Banjar, Kompol I Gede Putu Semadi saat dikonfirmasi mengatakan, peristiwa ulah pati yang dialami Ketut Rian diketahui pada hari Minggu (2/3/2025) sekitar pukul 17.00 wita. 

Baca juga: RUMAH di Monang Maning Denpasar Digeledah Pakai Anjing Pelacak, Pelaku Diancam Hukuman Mati

Kasus ulah pati itu diketahui bermula saat kerabat Ketut Rian yang bernama Komang Agus Feriana (32) hendak memberi makan babi.

"Kebetulan kandang babi ini lokasinya ada di bawah rumah Rian. Saat menuju dapur untuk mengambil pakan babi.

Disitulah Agus mendapati Rian sudah meninggal dunia dengan cara ulah pati," jelas Kapolsek Banjar yang dikonfirmasi Selasa (4/3/2025).

Mendapati Ketut Rian ulah pati, Agus kemudian memanggil kerabat lainnya untuk membantu mengevakuasi jasad Rian. 

Kemudian kedua kerabat Ketut Rian menghubungi Polsek Banjar untuk mendapat penanganan lebih lanjut. 

Kapolsek Banjar menyebutkan, pihaknya segera mendatangi lokasi kejadian ulah pati untuk melakukan olah TKP serta melakukan pemeriksaan luar jenazah. 

Hasil pemeriksaan dari tim medis Puskesmas Banjar II, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban ulah pati tersebut. 

Sebaliknya, tim medis Puskesmas Banjar II menemukan tanda-tanda kematian yang umum akibat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri atau ulah pati.

"Mengenai kabar yang beredar jika yang bersangkutan meninggal dengan cara minum racun tikus, itu tidak benar. Yang bersangkutan ini meninggal dengan cara gantung diri," ujar Kapolsek Banjar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved