Berita Jembrana

ODGJ Ngamuk Dievakuasi ke RSU Negara, Sempat Memukul Ayahnya

Regu 2 Satpol PP Jembrana menangani laporan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Banjar Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara

Istimewa
ODGJ - Petugas Satpol PP Jembrana saat menangani laporan adanya ODGJ mengamuk di Banjar Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana, Kamis 17 April 2025. 

ODGJ Ngamuk Dievakuasi ke RSU Negara, Sempat Memukul Ayahnya

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Regu 2 Satpol PP Jembrana menangani laporan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Banjar Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis 17 April 2025.

Warga tersebut terpaksa dievakuasi ke RSU Negara untuk penanganan lebih lanjut.

Sebab, sebelumnya ODGJ tersebut sempat mengamuk dan disebutkan memukul ayahnya.

Baca juga: Musim Kemarau Diprediksi Dalam Waktu Dekat, BPBD Jembrana Siapkan Tandon dan Penyaluran Air Bersih

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat (Tibumtranmas serta Linmas) Satpol PP Jembrana, Tri Karyna Ambaradadi menjelaskan, selama ini banyak laporan terkait penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Jembrana.

Bahkan, seorang warga Desa Kaliakah, Kecamatan Negara juga dilaporkan sempat mengamuk. 

"Tim Regu 2 kita langsung menindaklanjuti dan melakukan penanganan ODGJ tersebut di rumahnya," katanya. 

Baca juga: Residivis Pencurian Bobol Pura Puseh Dangintukadaya Jembrana Bali, Congkel Jendela Gedong Busana

Dia menyebutkan, yang bersangkutan (korban) sudah mengidap ODGJ sejak beberapa tahun lalu dan kerap kambuh.

Bahkan, laporan hari ini pria tersebut sempat melakukan kekerasan terhadap ayahnya di rumahnya. 

"Sehingga kami langsung tangani dan evakuasi ke RSU Negara untuk ditangani lebih lanjut," tegasnya. 

Baca juga: Sayu Terjerat Korupsi Rp1,7 Miliar Lebih, Tipu Ratusan Korban di Jembrana

Tri kemudian melanjutkan dalam waktu setahun di 2024 kemarin, sedikitnya ada sekitar 50an kasus laporan penanganan ODGJ yang dilakukan petugas Satpol PP.

Rata-rata, mereka yang dilaporkan karena sudah mengidap penyakit tersebut sejak lama hingga mengamuk di rumahnya. 

"Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, sehingga kita tangani untuk selanjutnya diserahkan ke petugas kesehatan di RSU Negara," tandasnya. 

Baca juga: Cabai Lokal Tak Mampu Penuhi Kebutuhan di Jembrana, Ayam Potong Naik Rp5 Ribu Per Kilo

Sebelumnya, menurut data yang berhasil diperoleh dari Dinas Kesehatan Jembrana, kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Jembrana tercatat 715 orang di tahun 2023.

Mereka yang menderita ODGJ justru pada usia produktif. Bahkan, beberapa diantaranya adalah anak sekolah. (*)

 

Berita lainnya di ODGJ

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved