Ormas di Bali
TOLAK Ormas Berbau Preman! Ini Ketegasan Bupati Badung Adi Arnawa
Penolakan Ormas tersebut kata Adi Arnawa tidak hanya di Badung namun juga di pulau Bali. Hal itu diketahui, lantaran penolakan terhadap ormas ini
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Organisasi Masyarakat (Ormas) berbau premanisme, menuai polemik di masyarakat.
Bahkan Pemerintah Kabupaten Badung melalui Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, dengan tegas menolak ormas berbau pemanisme tersebut.
Penolakan Ormas tersebut, kata Adi Arnawa, tidak hanya di Badung namun juga di Pulau Bali. Hal itu diketahui, lantaran penolakan terhadap ormas ini juga telah disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster.
"Meski kami menolak, namun tidak seluruh Ormas berbau premanisme. Tapi terkait dengan ini (Ormas-red) saya kira sudah jelas apa yang disampaikan Gubernur Bali, jelas menolak tegas menolak Ormas ini," ucapnya.
Baca juga: Disinyalir Rawan Pungli dan Preman, Aparat "Obok-obok" Terminal Galiran Klungkung
Baca juga: RS Gema Santi Nusa Penida Direncanakan Naik Tipe C, Kendala Masih Kekurangan Dokter Spesialis
Apalagi, Gubernur Bali beserta jajaran telah mendeklarasikan terkait dengan penolakan Ormas-Ormas yang berbau premanisme.
Bupati asal Pecatu ini pun, mendukung langkah aparat keamanan dalam membentuk satgas pemberantasan premanisme.
"Jadi semua ini sebagai langkah untuk pengamanan wilayah. Terlebih Kabupaten Badung sebagai daerah tujuan wisata, sangat mementingkan keamanan dan kenyamanan, dari masyarakat maupun wisatawan," ucapnya.
Selaku Bupati, Adi Arnawa mengaku sangat mendukung langkah-langkah aparat keamanan dari TNI/Polri terkait dengan penegakan hukum, pengamanan, sekaligus dalam rangka menjaga wilayah ini dari premanisme.
Sebelumnya, Gubernur Bali, Wayan Koster, juga telah menyatakan sikap terhadap aksi premanisme yang berselimut jubah Ormas.
Ia menyebutkan, Bali tidak membutuhkan Ormas nakal alias preman yang meresahkan warga dan mencoreng wajah pariwisata Bali.
Hal ini disampaikan Gubernur Bali asal Sembiran tersebut, saat meresmikan Bale Paruman Adhyaksa dan Bale Restorative Justice di Puspem Badung beberapa hari lalu.
"Bentuknya Ormas, tapi kelakuannya preman. Ini tidak bisa dibiarkan. Badung adalah jantung pariwisata. Kita tak bisa membiarkan ruang publik dirusak perilaku liar berkedok organisasi," imbuhnya. (*)
BENDESA Agung MDA Bali: Setiap Desa Adat di Bali Tidak Butuh Preman Berkedok Ormas! |
![]() |
---|
BADUNG Kaji Insentif untuk Pecalang, Ini Tujuannya? |
![]() |
---|
ORMAS GRIB Tabanan Lockdown! Wagub Bali Koordinasi Tim Yustisi,Polda Bali Kerahkan Aparat Bersenjata |
![]() |
---|
Ormas GRIB di Tabanan Resmi Lockdown, Sampaikan di Depan Pecalang dan Aparat Desa |
![]() |
---|
Koster Bakal Tindak Tegas Ormas yang Lakukan Tindakan Premanisme, Ada 298 Ormas Terdaftar di Bali |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.