Banjir di Bali
Hingga Hari Terakhir Pencarian Putu Wini Masih Belum Ditemukan, Korban Banjir Bandang di Buleleng
Operasi pencarian korban banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng resmi dihentikan setelah berlangsung selama tujuh hari.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Operasi pencarian korban banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng resmi dihentikan setelah berlangsung selama tujuh hari.
Hingga hari terakhir pencarian yakni Kamis (12/3/2026), tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban yang dilaporkan hilang.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan mengatakan, upaya pencarian sudah dilakukan secara maksimal selama tujuh hari. Baik di darat maupun di laut.
Baca juga: SDN 5 Banjar Kerap Terdampak Banjir, Disdikpora Buleleng Kaji Revitalisasi hingga Regrouping
Pada pencarian di darat, tim SAR gabungan sempat menemukan aroma mencurigakan di tumpukan sampah sekitar lokasi terdampak banjir bandang.
Selanjutnya dilakukan pembongkaran menggunakan alat berat excavator dari PUPR. Hanya saja hasilnya nihil.
"Pemeriksaan terhadap sumber bau ini sebenarnya telah dilakukan sejak hari pertama operasi pencarian. Namun setelah dicek, aroma tersebut dipastikan berasal dari bangkai hewan, bukan korban yang dicari," ucapnya.
Baca juga: DAMPAK Banjir di Buleleng, 3 Ruang Kelas Tak Bisa Dipakai, Belajar SDN 5 Banjar Dialihkan Daring!
Selain menyisir daratan, tim SAR gabungan juga melakukan pencarian di pesisir hingga laut. Namun hasilnya masih belum membuahkan hasil.
Selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai hingga ke muara dengan radius sekitar 1,5 kilometer.
Sementara di wilayah laut, pencarian menggunakan dua perahu karet (Rubber boat) menjangkau hingga sekitar 12 nautical mile.
Selain itu, pencarian juga dibantu kapal milik Polairud yang memperluas jangkauan hingga sekitar 20 nautical mile. Yakni dari perairan Temukus, hingga perairan Seririt.
Baca juga: Istri dan 2 Anaknya Hanyut Saat Banjir Bandang di Buleleng, Witana Harap Segera Ditemukan
Dalam proses pencarian, tim menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi cuaca serta tumpukan sampah yang terbawa banjir bandang.
"Karena banjir bandang, tumpukan sampah dan material cukup tebal. Sehingga alat berat dikerahkan untuk mengoptimalkan proses pencarian, tapi tetap masih nihil," katanya.
Penghentian operasi pencarian dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) setelah tujuh hari pencarian. Keputusan tersebut juga telah disampaikan kepada pihak keluarga korban, Ketut Witana.
Baca juga: 162 Personel Dikerahkan, Kadek Wahyu Akhirnya Ditemukan, Pencarian Korban Banjir Bandang Buleleng
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban dan mereka memahami. Karena itu, pelaksanaan operasi pencarian hari ini kami tutup," jelasnya.
Meski operasi pencarian resmi dihentikan, tim SAR tetap mengimbau masyarakat dan nelayan di sekitar lokasi untuk segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Tim-SAR-gabungan-saat-melakukan-pencarian-terhadap-Putu-Wini-56.jpg)