TOPIK
Melarat di Pulau Surga
-
Atapnya compang camping, bahkan lantainya yang terbuat dari tanah serta tembok yang terbuat dari batu bata mentah sudah terlihat retak dan jebol.
-
Lebih parah lagi, rumah berukuran kecil dengan 1 kamar tidur itu ditempati oleh Kadek dengan istrinya Luh Winangsih dan 3 orang anaknya yakni
-
Karena keterbatasan biaya, bacah malang tersebut tidak memperoleh penanganan medis yang memadai sejak usia 8 bulan dan hanya dirawat seadanya di rumah
-
Rumahnya terbuat dari kayu, beratapkan seng dan berdiri di tengah perbukitan. Mereka tidur berhimpitan di dalam rumah tersebut.
-
Gede Satya Gunawan (6) termenung diam, tanpa banyak bicara dan bergerak di pangkuan sang Ibunda...
-
Tidur di bangunan berdinding bedeg bambu dengan luas sekitar 4X3 meter, sangat memprihatinkan.
-
Ibu paro baya yang bekerja serabutan ini terpaksa harus menanggung beban yang cukup berat setelah suaminya, I Ketut Sutarsa
-
Seragam pramuka yang ia kenakan masih basah oleh keringat setelah berjalan kaki melewati sungai dan hutan sejauh dua kilometer dari sekolahya
-
Rambut bocah itu memirang. Tubuhnya kurus, mengudang kesan seakan anak itu tak terurus.
-
Kadek Wahyu yang kini berumur 1,5 bulan dan kakaknya 3 tahun harus dirawat ala kadarnya oleh neneknya di tempat yang kumuh.
-
Insiden dua tahun silam itu terjadi saat ia menebang pohon di ketinggian 15 meter.
-
Pasangan ini memiliki kekurangan tidak bisa melihat (tuna netra), dengan kondisi ekonomi rumah tangga yang serba kekurangan.
-
Pasca perceraian si ibu kembali ke rumah asal semasih lajang, dan si bapak diberitakan merantau dan belum pernah pulang.
-
Pada saat ditemui, I Ketut Sana (12) sedang sendirian di gubuknya yang kecil dan terletak di amparan luasnya kaki Gunung Agung.
-
Pemkab Karangasem berencana akan memberikan bantuan biaya hidup yang dianggarkan di Dinas Sosial (Dinsos) Karangasem.
-
Ketiga bocah malang yang ditinggal kedua orangtuanya ini kedatangan belasan tamu "istimewa". Rumah sederhana di tengah perbukitan yang mereka tempati
-
Dalam kunjungan tersebut, petugas Kementerian Sosial memberikan bantuan uang rehab rumah senilai Rp 15 juta
-
Tiga anak berperawakan kurus itu melewati jalanan terjal dan berdebu untuk bersekolah.Itupun mereka tempuh saat kondisi perut masih kosong alias lapar
-
Ariya pun terpaksa membawa si kecil Sudirta ikut ke sekolah karena tak mungkin ditinggal sendirian di rumah.
-
Ayahnya, I Nyoman Koka, meninggal dunia lima tahun lalu karena sakit. Sedangkan ibunya, Ni Wayan Sriyani, memilih untuk menikah lagi.
-
Ia dan keluarganya selanjutnya tidak bersusah payah lagi berpikir untuk membangun rumah yang layak bagi keluarganya.
-
Sejak lahir Putu Manda tidak memiliki bola mata dan belum pernah menjalani operasi.
-
Santika, kepala keluarga, hanya mengandalkan hidup sebagai buruh tukang cangkul tanah kebun.
-
Tidak ada perkakas apapun di dalamnya selain selembar karpet dan sebuah wadah untuk buang air.
-
I Wayan Sujana (45) dan istrinya Ni Wayan Sari (40) kehilangan bayinya yang menderita kelainan Atresia Ani (Lahir tanpa anus).
-
Inilah kisah kehidupan pasangan I Wayan Sujana (45) dan Wayan Sari (40), orangtua dari bayi yang meninggal akibat tidak memiliki lubang anus.
-
Setiap harinya, anak pertama dari tiga bersaudara ini lebih banyak menghabiskan waktu bersama neneknya, Luh Garmi (80) di rumahnya.
-
Gejala Kadek Santi ini didiagnosa oleh dokter sebagai epilepsi yang disebabkan oleh tidak normalnya aktivitas sel otak.
-
Rumah yang mereka tempati hanyalah gubuk berdinding gedek, dan di beberapa bagian atapnya sudah ada yang bocor.
-
Namun karena keterbatasan biaya sampai saat ini remaja tersebut belum pernah tersentuh penanganan medis.