Breaking News:

Persyaratan Belum Terpenuhi, Payas Madya dan Payas Agung Khas Tabanan Ditangguhkan Jadi WBTB

pengusulan WBTB tahun ini di bulan September. Sehingga, untuk dua tradisi tersebut akan diusulkan kembali di tahun 2021 mendatang.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Salah satu contoh foto model mengenakan Payas Agung Khas Tabanan yang diusulkan menjadi WBTB. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dua tradisi di Kabupaten Tabanan yakni Payas Madya dan Payas Agung Khas Tabanan telah diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Sayangnya, dua tradisi tersebut untuk sementara ditangguhkan.

Sebab, salah satu persyaratan yakni tulisan makalah/buku masih belum bisa dicetak alias diundur.

Sedangkan, pengusulan WBTB tahun ini di bulan September. Sehingga, untuk dua tradisi tersebut akan diusulkan kembali di tahun 2021 mendatang.

Baca juga: 178 Akomodasi Pariwisata di Tabanan Lulus Persyaratan Sementara untuk Terima Dana Hibah dari Pusat

Baca juga: Wamen LHK Kunjungi Lokasi Pembangunan Embung di Sanur, Anggaran Rp 70 Miliar dan Dibangun 2021

Baca juga: Beri Semangat, Kapolres Badung Kunjungi Anggotanya yang Sedang Sakit

Kepala Bidang Kebudayaan dan Tradisi, Dinas Kebudayaan Tabanan, Anak Agung Sagung Mas Anggraini menjelaskan, tahun ini ada dua tradisi di Tabanan yang diusulkan menjadi WBTB.

Namun, untuk sementara ditangguhkan karena salah satu persyaratannya yakni makalah atau deskripsi dari Payas Madya dan Payas Agung Khas Tabanan tak bisa dicetak sebelum pengusulan.

"Tahun ini Payas Madya dan Payas Agung Khas Tabanan kita usulkan menjadi WBTB. Tapi dua tradisi ini untuk semenyara ditangguhkan karena salah satu syaratnya belum bisa terpenuhi," kata Sagung Mas Anggraini, Kamis (22/10/2020).

Sagung menjelaskan, pengusulan dua payasan khas Tabanan tersebut bermula karena payasan (riasan) di Bali itu memiliki ciri khas yang berbeda setiap Kabupaten/Kota artinya memiliki ciri khas masing-masing.

Tujuannya adalah untuk memberikan hak cipta untuk Payas Madya dan Payas Agung Khas Tabanan.

Sesuai latar belakangnya, kata Sagung, untuk payas madya biasanya digunakan saat H-1 pelaksanan yadnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved