Berita Jembrana

Dua Lingkungan di Pendem Jembrana Krisis Air Bersih, Polres Jembrana Salurkan 11 Liter Air

Sejumlah warga Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana nampak membawa wadah air ke balai tempek di Lingkungan Dewasana, Jembrana, Bali, Jumat 1 September

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana saat Polres Jembrana bersama Damkar Jembrana menyalurkan air bersih di Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Jumat 1 September 2023. 

Dua Lingkungan di Pendem Jembrana Krisis Air Bersih, Polres Jembrana Salurkan 11 Liter Air

 


TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Sejumlah warga Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana nampak membawa wadah air ke balai tempek di Lingkungan Dewasana, Jembrana, Bali, Jumat 1 September 2023.

Selain membawa ember, mereka juga nampak membawa galon untuk mendapat air bersih yang disuplai oleh water canon Polres Jembrana dan Damkar Jembrana.

Total ada 11 ribu liter air bersih yang disalurkan dalam rangka HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-68.

Baca juga: BPBD Distribusikan 14 Ribu Liter Air Bersih, 37 Desa di Karangasem Kesulitan Air Saat Kemarau

Sedikitnya ada sekitar 350 KK yang mengalami krisis air bersih di dua lingkungan wilayah Kelurahan Pendem.


Menurut pantauan, satu persatu tempat penampungan air sudah tersedia di wilayah tersebut.

Setelah tertampung, warga secara bergiliran mengambil air bersih dari tempat tersebut.

Baca juga: 38 Banjar di Jembrana Masuk Zona Kekeringan, Data Terus Bertambah, Debit Air Terus Menurun

Sedikitnya ada sekitar 40 warga terutama emak-emak yang datang secara langsung mengambil air bersih untuk memenuhi kebutuhan pokoknya di rumah. 


"Saya terpaksa hanya mandi sekali saja sehari," kata warga Lingkungan Pancardawa di lokasi. 


Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, kata dia, ia hanya mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah serta kepolisian.

Baca juga: Mulai Kesulitan Air Bersih, 4 Banjar di Seraya Timur Usulkan Bantuan Air ke PMI Karangasem

Namun, untuk keperluan mandi dan mencuci ia memang pergi ke sungai terdekat. 


"Mencuci dan mandi memang ke sungai," tandasnya. 


Sementara warga tempek 1 Lingkungan Dewasana, I Nyoman Merta (70) menuturkan, kesulitan air bersih yang dialami ratusan KK ini sudah terjadi sejak tiga pekan lalu.

Hal ini disebabkan oleh debit sumber air di hulu menurun. Alhasil, kelompok air desa terdampak kekeringan tersebut.

Baca juga: Satu perSatu Desa Ajukan Permintaan Air,Pengiriman Prioritas Daerah Pegunungan Kering di Karangasem

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved