Kasus Pembacokan di Klungkung

Ni Ketut Urip Trauma Lihat Suami Dibacok di Hadapannya: Saya Teriak-Teriak

Peristiwa pembacokan hingga pembakaran rumah di Dusun Anjingan, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, membuat Ni Ketut Urip (61) trauma

Istimewa
Korban pembacokan, Wayan Siok, di Dusun Anjingan, Klungkung, Bali, saat mendapat perawatan di RSUD Klungkung. 

Ni Ketut Urip Trauma Lihat Suami Dibacok di Hadapannya: Saya Teriak-Teriak

 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Peristiwa pembacokan hingga pembakaran rumah di Dusun Anjingan, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali membuat Ni Ketut Urip (61) merasa trauma.

Ia melihat sendiri, bagaimana suaminya (Wayan Siok) di serang dan dibacok secara membabi buta oleh tetangganya (Dewa Ngakan Made Putra Wedana).

Menurutnya pelaku selama ini memang terkenal tempramen.

Baca juga: KRONOLOGI Pembacokan dan Bakar Rumah di Klungkung, Putra Wedana Gelap Mata dan Bacok Wayan Siok


Ni Ketut Urip menceritakan bagaimana persitiwa pembacokan itu terjadi.

Saat berada di rumah Rabu (13/3/2024), ia mendengar suara teriakan dari suaminya yang baru datang dari sawah.


"Suami saya datang-datang sabitnya diambil, langsung wajahnya dibacok-bacok, saya teriak-teriak," ungkap Ni Ketut Urip.

Baca juga: Kesaksian Ni Ketut Urip Lihat Wayan Siok dan Alit Adiputra Dibacok Membabi Buta di Klungkung


Sehingga datang Ngakan Nyoman Alit Adiputra, yang berusaha menolong. pelaku juga menyerang Alit Adiputra dengan sajam secara membabi buta.


"Itu pelaku kan rumahnya di depan, orangnya tempramen dan sering marah-marah, semua warga tahu,” ungkapnya.


Ketut Urip menegaskan, tidak pernah ada masalah antara suaminya dan pelaku.

Baca juga: Putra Wedana Bacok Kerabat dan Bakar Rumah, Pertikaian di Dusun Anjingan Desa Getakan Klungkung

Namun diakui, selama ini pelaku yang pengangguran sangat tempramen dan kerap buat masalah dengan orang lain.


Sementara kakak dari Ngakan Nyoman Alit Adiputra, Ngakan Made Agus Ngurah mengungkapkan jika adiknya masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit akibat luka benda tajam yang dideritanya.

Ia pun mengaku akan lebih fokus untuk kesembuhan adiknya.

Baca juga: 5 Fakta Pembacokan di Klungkung: Alit Dihujani Sabit 3 Kali di Depan Istri, Jalani Operasi Hari Ini


"Kami (dengan pelaku) masih keluarga, dan kami fokus ke yang sakit dulu, dan biarkan pelaku diurus polisi biar kena hukuman setimpal,” ungkapnya.


Peristiwa pembacokan terjadi di Dusun Anjingan, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Rabu (13/3/2024).

Setelah melakukan pembacokan, pelaku bahkan langsung membakar rumah korbannya.

Baca juga: Kronologis Pembacokan Disertai Pembakaran Rumah di Klungkung, Pelaku Masih Tinggal Satu Rumah


Kasat Reskrim Polres Klungkung Akp Anak Agung Made Suantara menjelaskan, pelaku pembacokan Dewa Ngakan Made Putra Wedana (44). Pelaku melakukan pembacokan terhadap Ngakan Nyoman Alit Adiputra (37), dan Wayan Siok (60).

Sementara korban pembakaran rumah, I Dewa Ngakan Ketut Sudarmayasa (43). Antara pelaku dan korban masih kerabat dan tinggal satu rumah di Dusun Anjingan, Desa Getakan.


Sekitar Pukul 17.00 Wita, korban (Wayan Siok) datang dari sawah. Ia membawa sabit yang diletakan di pinggangnya.

Saat hendak memasuki rumah, tiba-tiba datang pelaku (Ngakan Made Putra Wedana) merebut sabit dari korban.

Antara pelaku dan korban merupakan tetangga.


"Setelah merebut sabit, tiba-tiba pelaku melakukan pembacokan ke wajah korban sebanyak tiga kali," ujar Anak Agung Made Suantara.


Persitiwa itu disaksikan langsung oleh istri korban, Ni Ketut Urip (61) dan berteriak minta tolong. Teriakan itu didengar oleh Ngakan Nyoman Alit Adiputra.

Berusaha menolong, Ngakan Nyoman Alit Adiputra justru mendapat bacokan membabi buta dari pelaku. Padahal Ngakan Nyoman Alit Adiputra dan pelaku masih kerabat.


Lalu pelaku yang masih membawa senjata tajam, berlari ke rumah Dewa Ngakan Ketut Sudarmayasa dan langsung melakukan pembakaran.

Karena adanya aksi tersebut, warga sekitar berdatangan akan tetapi tidak berani mendekati rumah yang terbakar, dikarenakan pelaku masih memegang sajam.


"Menerima informasi itu, polisi datang ke lokasi kejadian. Pelaku saat itu masih memegang sajam dan melakukan aksi bakar rumah. Polisi memberikan peringatan, sehingga pelaku menjatuhkan senjata dan menyerahkan diri," jelas Suantara.


Kebakaran berhasil dipadamkan oleh armada pemadam kebakaran Klungkung. Sementara korban yang mendapat luka bacokan, dirawat di RSUD Klungkung.


"Kami masih dalami motif dari pelaku melakukan aksi tersebut. Namun pelaku dengan korban yang dibacok (Ngakan Nyoman Alit Adiputra) masih kerabat."

"Demikian halnya rumah korban yang rumahnya dibakar (Dewa Ngakan Ketut Sudarmayasa) juga masih kerabat dan tinggal dalam satu pekarangan rumah," ungkap Suantara. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved