Mahasiswa STIP Tewas

Mahasiswa Asal Klungkung Putu Satria, Korban Kekerasan di STIP Sempat Curhat Ke Pacar Pernah Dipukul

Putu Satria, Mahasiswa asal Klungkung yang menjadi korban kekerasan di STIP Jakarta sempat curhat ke pacar jika pernah dipukul.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Suasana pengabenan Putu Satria Ananta Rustika di Setra Desa Adat Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali pada Jumat 10 Mei 2024. 

Rangkaian upacara pengabenan dimulai pukul 09.00 Wita. Pengabenan dipimpin langsung sulinggih, Ida Pedanda Gede Kemenuh dari Griya Jelantik, Desa Tojan, Klungkung.

Jenazah menuju ke Setra Desa Gunaksa sekitar Pukul 12.30 Wita.

Diawali dengan upacara pelepasan secara kedinasan oleh pihak STIP. L

alu jenazah diangkat oleh krama banjar menuju ke bade, yang telah disiapkan oleh keluarga untuk mengantar jenazah ke Setra Gunaksa.

Suana haru terasa, saat jenazah Putu Satria diantar oleh ribuan warga menuju Setra Gunaksa dengan menempuh jarak sekitar 1 km.

Baca juga: TERNYATA Tak Hanya Sekali, Putu Satria Kerap Curhat Dipukuli Seniornya, Sempat Tunjukkan Ulu Hati


Tidak hanya keluarga, duka mendalam juga dirasakan rekan-rekan Putu Satria di Desa Gunaksa. Seperti yang diungkapkan teman karib Putu Satria, Made Dedi Ari Ananda Putra (19).

Ia mengaku sangat kaget, saat mendapat kabar Putu Satria meninggal dunia akibat kekerasan senior di STIP.

Terakhir Made Dedi bertemu dengan Putu Satria saat malam pengerupukan, atau sehari sebelum Hari Raya Nyepi.

"Saat menjelang Hari Raya Nyepi dia (Putu Satria) pulang. Sempat angkat ogoh-ogoh sama-sama," ungkap Made Dedi.
Menurut Made Dedi, teman satu tongkrongannya itu tidak pernah sekalipun menceritakan kekerasan yang dialaminya selama menempuh pendidikan di STIP.

"Padahal pernah saya tanya, bagaimana sekolahnya di sana (STIP)? Dia bilang, aman. Gitu saja," ungkap Made Dedi.

Paman dari Putu Satria, Nyoman Budiarta mewakili keluarga mengatakan, pihak keluarga setelah upacara pengabenan akan tetap berjuang mendapatkan keadilan atas meninggalnya Putu Satria.

"Harapan kami tetap kasus ini diungkap seterang-terangnya, para pelaku agar mendapatkan hukuman seberat-beratnya. Mudah-mudahan kepolisian bisa ungkap semuanya dengan gamblang dan transparan," ujar Nyoman Budiarta. (mit/tribunnews)

Pemuda di Desa Gunaksa Hancurkan Baliho Bergambar Pelaku

Pemuda di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan ramai-ramai menghancurkan baliho bergambar Tegar Rafi Sanjaya, terduga pelaku penganiayaan Putu Satria Ananta Rustika atau yang akrab disapa Rio.

Hal itu sebagai bentuk kemarahan rekan-rekan sepergaulan Putu Satria, dengan kejadian yang menimpa sahabat mereka.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved