Berita Buleleng

Putu Rudi dan Ketut Nurcahya Adu Jotos di Buleleng, Anak Kandung Keduanya Ikut Terlibat

Putu Rudi dan Ketut Nurcahya Adu Jotos di Buleleng, Anak Kandung Keduanya Ikut Terlibat

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Aloisius H Manggol
Istimewa/Tangkap Layar
ilustrasi 

 


TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sikap tegas Polres Buleleng menetapkan lima tersangka kasus pengeroyokan yang dipicu masalah utang piutang perlu diberi apresiasi.

Kasus pengeroyokan tersebut melibatkan orangtua dan anak kandung dari kedua belah pihak di Buleleng.

Selain menangkap lima pelaku, dalam kasus pengeroyokan itu Sat Reskrim Polres Buleleng juga mengamankan sebilah pisau belati. 

Baca juga: Curhatan Korban Ulah Pati Jembatan Bangkung Terungkap, Ini Penyebab Anak Giri Prasta Ingin Adopsi?

Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi pada Selasa (28/5) mengatakan, aksi pengeroyokan ini dilakukan oleh  dua kelompok warga.

Yakni I Ketut Nurcahya bersama anaknya Arya Pradipta melawan Putu Rudi Artha bersama dua anaknya bernama Komang Pin Widara serta Putu Agus Alit. 

Aksi pengeroyokan ini terjadi pada Rabu (8/5) lalu.

Baca juga: Kecelakaan! Suami Saksikan Istri dan Anak Tewas di Jalanan, Berikut Penjelasan Nengah Jeffry

Berawal dari ayah Putu Rudi Artha pinjam uang kepada teman Ketut Nurcahya bernama Kadek Mulya sebesar Rp 20 juta pada 2022 lalu.

Mengingat sang ayah tidak dapat mengembalikan uang tersebut, Putu Rudi Artha pun memberikan sertifikat rumahnya kepada Kadek Mulya untuk digadaikan.

Sehingga utang orangtuanya dapat dilunasi.

Namun rupanya dari hasil gadai sertifikat rumah tersebut, diperoleh uang sebesar Rp 50 juta. 

"Rp 20 juta sudah digunakan untuk melunasi utang, dan sisanya lagi Rp 30 juta rupanya digunakan secara pribadi oleh I Ketut Nurcahya tanpa sepengetahuan Putu Rudi Artha.

Selama bertahun-tahun sertifikat rumah tersebut tak kunjung dikembalikan kepada Putu Rudi Artha, hingga rumahnya terancam dilelang," terang AKBP Widwan. 

Putu Rudi Artha kemudian menemui  I Ketut Nurcahya di kediamannya yang terletak di Kelurahan Kendran, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

Putu Rudi Artha datang dengan tujuan untuk meminta pertanggungjawaban dari I Ketut Nurchaya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved