Berita Bali

BONGKAR Kasus Oplosan LPG! Wayan Setiawan Sebut: “Kalau Polisi Tak Tahu, Itu Lucu”

Dia mengaku, bahwa kelangkaan gas elpiji yang terjadi di Bali, khususnya Badung, disebabkan karena adanya pengoplosan.

TB/ Arini Valentya Chusni
Ilustrasi - Masyarakat Bali, khususnya Badung digemparkan, dengan pengakuan warga asal Bongkasa yang diketahui bernama I Wayan Setiawan. Dia mengaku, bahwa kelangkaan gas elpiji yang terjadi di Bali, khususnya Badung, disebabkan karena adanya pengoplosan. 

Sementara itu, stok elpiji 3 kg tergolong aman di Jembrana. Pihak terkait mengakui karena telah menerapkan sistem pembagian atau distribusinya sesuai KTP. Artinya, setiap orang yang membeli gas menggunakan KTP sesuai kategorinya mulai dari rumah tangga hingga UMKM.

Salah satu warga, Nur (50) mengakui selama ini distribusi gas 3 kg di Jembrana masih tergolong aman. Dirinya yang bergerak di bidang UMKM ini harus menyetorkan KTP untuk mendapatkan jatah gas.

"Saya maksimal dikasih 6 tabung karena UMKM. Karena saya selalu pakai KTP, jadi sesuai kuota. Selama ini masih lancar (distribusi) gas di sini," sebutnya.

Iskandar Alfan, salah satu perwakilan pangkalan gas di Jembrana, mengatakan, selama ini pihaknya melakukan distribusi gas sesuai dengan sistem yang ada. Peruntukannya rumah tangga mendapat satu hingga dua tabung, kemudian UMKM memperoleh 4 tabung. "Pembelian elpiji 3 kg kita di sini berbasis KTP. Jadi sesuai ketentuan yang ada," jelasnya.

Disinggung mengenai pasokan dan distribusi elpiji, khususnya 3 kg di Jembrana, dia menyebutkan secara umum masih tergolong aman. Sebab, sistem berbasis KTP tersebut sudah diterapkan sejak tahun lalu.

"Di Jembrana masih aman, karena kita menerapkan sesuai ketentuan dari Pertamina. Jadi selama ini belum terjadi kelangkaan di Jembrana. Normal-normal saja," sebutnya.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Jembrana, I Komang Agus Adinata mengatakan, hasil monitoring dari tim pengawas di lapangan, stok 3 kg masih normal di Gumi Makepung. Pasokan dan kebutuhan atau distribusi salah satu hal pokok saat ini masih terbilang aman. "Di Jembrana masih aman, artinya normal. Tidak ada kelangkaan seperti di wilayah lain," kata Agus Adinata.

Dia melanjutkan, salah satu faktor stabilnya pasokan elpiji di Jembrana adalah soal jumlah penduduk atau konsumen yang tidak banyak bertambah dibandingkan daerah urban, seperti Kota Denpasar dan sekitarnya. Kemudian rata-rata penggunaan elpiji 3 kg adalah 4-5 hari untuk skala rumah tangga.

"Konsumen kita juga tidak bertambah, sehingga dengan pasokan seperti sebelumnya masih stabil," tegasnya. (weg/mpa)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved