Berita Jembrana
FIRASAT Istri Tercinta Terbukti, Pensiunan Guru Ketut Bagiada Ditemukan Tewas di Jembrana
FIRASAT Istri Tercinta Terbukti, Pensiunan Guru Ketut Bagiada Ditemukan Tewas di Jembrana
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Seorang pensiunan guru ditemukan meninggal dunia di areal sawah Subak Jaga Raga, Banjar Anyar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Rabu 21 Agustus 2024 malam kemarin.
Sosok pensiunan guru tersebut bernama I Ketut Bagiada (66).
Korban ditemukan dalam posisi telungkup diduga karena penyakit sesak nafas kambuh saat bekerja di sawah.
Baca juga: SELAMAT JALAN, Niat Jemput Anak Sirna, Ibu Rumah Tangga Tewas Kecelakaan, Terseret Bus 100 Meter
Menurut informasi yang diperoleh, bermula dari korban I Ketut Bagiada asal Kelurahan Tegalcangkring, Jembrana yang datang ke sawah atau TKP sekitar pukul 15.00 WITA.
Sesampainya di sawah, pensiunan guru tersebut kemudian membersihkan rumput pada pematang sawah alias nampadin.
Saat itu, korban bersamaan dengan kerabatnya untuk menggarap sawah masing-masing.
Baca juga: TINGKAH Wisatawan Asing Kian Mengkhawatirkan, Viral di Nusa Penida Tak Mau Bayar Makan Rp 1,2 Juta
Tak lama kemudian, sepupu korban (saksi) kemudian mendahului pergi karena hendak memberikan pakan ternak tak jauh dari sawahnya.
Tak lama, saksi tersebut sempat menengok ke arah TKP atau sawah korban namun tak melihatnya sehingga ia memutuskan untuk pulang.
Satu jam berlalu, istri korban pun merasa cemas karena suaminya tak kunjung pulang hingga matahari terbenam.
Ia kemudian meminta sepupu korban tersebut untuk mencari dan mengecek keberadaan korban.
Awalnya keluarga mencari di pinggir pantai karena korban diketahui hobi memancing juga. Namun hasilnya nihil.
Keluarga lantas melanjutkan ke areal sawah dan ternyata benar saja, korban Ketut Bagiada ditemukan dalam posisi telungkup di areal sawah sekitar pukul 21.15 WITA.
Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, sehingga kemudian dilaporkan ke pihak berwenang untuk tindaklanjutnya.
Korban juga sempat dibawa ke Puskesmas I Mendoyo untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh dokter jaga dan tim Identifikasi Polres Jembrana.
"Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," kata Kapolsek Mendoyo, Kompol I Dewa Gede Artana saat dikonfirmasi, Kamis 22 Agustus 2024.
Dua PNS Jembrana Bali Dipecat Tahun Ini, Tersandung Kasus, Semaradani: Bekerja Sesuai Tupoksi |
![]() |
---|
Hanya Puluhan Orang Kunjungi Perpustakaan Daerah Jembrana Setiap Hari, Minim Koleksi Buku |
![]() |
---|
2 ASN Jembrana Dipecat, Satu Orang Tak Pernah Masuk, Satu Orang Tersandung Kasus Hukum |
![]() |
---|
Jembrana Bali Bentuk Tim Khusus Penanggulangan Rabies, Vaksinasi Massal Diharapkan Tekan Kasus |
![]() |
---|
KMP Karya Maritim III Alami Masalah Kemudi, Digandeng Kapal Lain untuk Perbaikan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.