Berita Klungkung

SEBRANGI LAUT! Sanksi Adat Puluhan Warga di Nusa Penida, Suasana Desa Ped Memanas Setelah Nyepi

SEBRANGI LAUT! Sanksi Adat Puluhan Warga di Nusa Penida, Suasana Desa Ped Memanas Setelah Nyepi

istimewa
Tangkapan layar sejumlah keluarga di Banjar Sental Kangin, Desa Ped harus diamankan kepolisian ke Polsek Nusa Penida, Minggu (30/3/2025) petang. 

Hingga kini, aparat keamanan masih bersiaga untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Pemda Klungkung juga melakukan rapat koordinasi terbatas secara mendadak, untuk mencari solusi terbaik guna menyelesaikan permasalahan tersebut secara adil dan damai.

Konflik sosial di Banjar Sental Kangin Nusa Penida telah berlangsung cukup lama, dipicu sengketa pemanfaatan tanah negara seluas 7 are di pinggir Pantai Sental Kangin antara pihak warga Banjar Adat Sental Kangin dengan 8 KK warga yang dikenakan sanksi adat kasepekang dan kanorayang.

Di tanah negara tersebut telah berdiri usaha beach club milik kelompok kasepekang.

Namun lahan tersebut akan disertifikatkan oleh pihak adat untuk kepentingan desa adat.

Sehingga kelompok kasepekang merasa keberatan dan menggugat pihak adat. Kasus ini sampai bergulir di Pengadilan Semarapura.

Kronologi 

Suasana mencekam terjadi di Banjar Sental Kangin, Desa Ped, Nusa Penida, Klungkung, sejumlah orangtua dan anak dievakuasi.

Terkait sanksi adat itu yaitu kasepekang dan kanorayang.

Dalam video yang beredar, nampak orangtua dan anak diamankan anggota Polsek Nusa Penida, Minggu (30/3/2025) petang.

Kejadian itu terkait sanksi adat kasepekang dan kanorayang itu terjadi sehari setelah perayaan hari raya Nyepi.

Dipastikan keluarga yang dievakuasi merupakan warga yang sebelumnya dikenakan sanksi adat kasepekang dan kanorayang oleh banjar adat setempat.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak mobil dari Polsek Nusa Penida menjemput orangtua dan anak

Suasana sanksi adat dalam video tersebut sangat mencekam, karena orangtua dan anak itu berusaha menyelamatkan diri dari amukan warga.

Ditengah kepanikan itu, terdengar suara beberapa anak yang menangis. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved