Berita Buleleng
Banyak Siswa SMP di Buleleng Disebut Belum Bisa Baca, Koster Minta Telusuri Kebenaran Informasi
Banyaknya siswa SMP di Buleleng yang mengalami disleksia atau gangguan proses belajar kesulitan membaca, menulis dan mengeja mendapat sorotan
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Banyak Siswa SMP di Buleleng Disebut Belum Bisa Baca, Koster Minta Telusuri Kebenaran Informasi
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Banyaknya siswa SMP di Buleleng yang mengalami disleksia atau gangguan proses belajar kesulitan membaca, menulis dan mengeja mendapat sorotan Gubernur Bali, Wayan Koster.
Pria asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng inipun meminta Pemkab Buleleng agar segera menelusuri kebenaran informasi tersebut.
Koster yang ditemui Rabu (16/4/2025) menilai gangguan belajar yang terjadi di Buleleng tergolong aneh.
Baca juga: Sejoli di Buleleng Diringkus, Kerap Lakukan Jual Beli Sabu di Rumahnya
Apalagi kondisi ini dialami oleh siswa SMP.
Menurut Koster, membaca, menulis dan mengeja merupakan pengetahuan dasar. Yang mana pengetahuan ini semestinya sudah dikuasai sejak kelas III SD.
"Mereka (siswa SMP) kan sudah melewati masa SD selama 6 tahun. Orang kelas III harusnya sudah bisa baca, tulis, hitung," ucapnya.
Baca juga: CEWEK BO Denpasar Ditangkap Bareng Pacar di Buleleng, Terungkap Kejahatan Keduanya
Koster pun meminta pada Bupati dan Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna, untuk menelusuri kembali kebenaran informasi ini.
Ia juga mengaku akan memerintahkan seluruh Kabupaten/Kota di Bali melakukan pendataan terkait siswa yang mengalami disleksia.
Sebab disinyalir kondisi serupa juga terjadi di kabupaten lain.
Baca juga: Kuota SPMB SMP di Denpasar 5.880 Siswa, Jalur Domisili Gunakan KK dan Jarak Rumah ke Sekolah
"Semua kabupaten juga harus didata. Jangan-jangan di kabupaten lain juga ada. Apabila benar terjadi gangguan belajar pada siswa SMP, maka sistem pendidikan perlu diperkuat. Terutama pada calistung," tandas Gubernur Bali dua periode ini.
Untuk diketahui, berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Buleleng, dari total 34.062 siswa SMP di Buleleng, 363 siswa di antaranya mengalami gangguan belajar.
Rinciannya 155 siswa terkategori tidak bisa membaca (TBM) dan 208 siswa terkategori tidak lancar membaca (TLM).
Baca juga: TERPAKSA Putus Sekolah, Ratusan Siswa SMP di Buleleng Alami Disleksia, Sutjidra Segera Cari Solusi
Di mana 227 siswa ada di kelas VII, 90 siswa di kelas VIII, dan 46 siswa di kelas IX.
Menurut Disdikpora Buleleng, gangguan belajar pada siswa SMP dipengaruhi faktor internal dan eksternal.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.