Berita Buleleng

50 Tukik Dilepasliarkan pada Momentum Tumpek Klurut di Buleleng 

Puluhan anak penyu atau yang dikenal juga dengan tukik, dilepasliarkan di kawasan Pantai Lovina.

Istimewa
LEPAS LIAR - Puluhan tukik saat dilepasliarkan di perairan Pantai Lovina, Sabtu (7/6/2025). Pelepas liaran puluhan tukik ini bersamaan dengan peringatan tumpek klurut. 

50 Tukik Dilepasliarkan pada Momentum Tumpek Klurut di Buleleng 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Puluhan anak penyu atau yang dikenal juga dengan tukik, dilepasliarkan di kawasan Pantai Lovina.

Pelepasan puluhan tukik ini dilangsungkan bersamaan dengan peringatan Tumpek Klurut, yang merupakan hari kasih sayang dalam tradisi Hindu Bali, Sabtu (7/6/2025). 

Total ada 50 ekor tukik jenis penyu sisik yang dikembalikan ke habitat aslinya.

Baca juga: Komit Jaga Ekosistem Laut, 19 Penyu dan 203 Tukik Masuk Program Konservasi Filantra dan TCEC Bali

Acara ini diikuti oleh para pegiat lingkungan, wisatawan, hingga komunitas lokal. 

Relawan Sahabat Mangrove Ranger, I Made Mayun Maha Diputra mengungkapkan, seluruh tukik ini merupakan hasil penetasan telur-telur yang diselamatkan dari sarang yang ditemukan oleh nelayan.

Yang mana selanjutnya telur ini dibawa ke konservasi penyu di Pantai Kerobokan. 

Baca juga: MERDEKA! Ratusan Tukik di Gianyar Dilepaskan ke Pantai Saba Pada Hari Kemerdekaan RI

"Telurnya kami ambil karena di alam mereka rentan terhadap predator seperti anjing dan kadal. Tahun ini kami menargetkan bisa menetaskan hingga 5.000 telur," ujarnya. 

Menurut Mayun, kegiatan pelepasan tukik bukan sekadar seremonial.

Lebih dari itu, kegiatan ini dimaknai sebagai bentuk cinta kasih manusia kepada sesama makhluk hidup.

"Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari kasih sayang kita pada laut dan alam. Melalui kegiatan ini, kita berharap bisa meningkatkan harapan hidup mereka di lautan lepas, sehingga bisa bertahan hingga menjadi penyu dewasa," ucap Mayun.

Baca juga: Peringati World Turtle Day, Bali Safari Lakukan Gerakan Bersih Pantai hingga Pelepasan Tukik

Dari sisi industri pariwisata, Lovina Haven Boutique Resort, yang kini tengah mengembangkan konsep Eco Village, juga ikut ambil bagian.

Perwakilan manajemen menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen mereka untuk menghadirkan pariwisata berkelanjutan.

"Kami edukasi tamu soal budaya dan alam Buleleng. Pelepasan tukik ini bagian dari visi kami membangun kawasan konservasi berbasis lingkungan," kata Bagus Wijaya selaku Director of Sales & Markening Lovina Haven Boutique Resort. 

Ia juga menyebut kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari komunitas lokal seperti Tutor Ranjur Community hingga organisasi pariwisata seperti ASITA dan ASPPI.

Bagus Wijaya menambahkan, potensi kawasan Kaliasem-Lovina juga mulai dipetakan sebagai area konservasi baru dengan pendekatan edukatif dan pelibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah. 

"Pariwisata Bali Utara ke depan harus berbasis konservasi. Tak perlu meniru Bali Selatan. Kita punya keunikan sendiri," tutupnya. (*)

 

Berita lainnya di Pelepasan Tukik

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved